METRO- Pihak Rumah Sakit Islam Kota Metro Senin (05/10) siang sekira pukul 11.00 WIB mendatangi rumah Almarhumah Zhairah Hanin Dita (10), di jalan Way Seputih Kelurahan Yosorejo kecamatan Metro Timur yang meninggal dunia akibat terseret arus di saluran irigasi dekat rumahnya pada Minggu, (04/10) kemarin.
Kedatangan pihak RSI tak lain adalah sebagai bentuk belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan serta memberikan klarifikasi atas insiden kemarin yang disebut adanya dugaan penolakan pasien di ruang IGD pada rumah sakit tersebut.
Dari pantauan media di lapangan, pihak RSI membawa santunan berupa beras dan uang tali asih kepada orang tua korban, Abid Bisara.
Dalam klarifikasinya di rumah Korban, pihak rumah sakit membantah jika adanya penolakan saat korban dibawa ke IGD. Mereka menyatakan kondisi saat itu, pihak rumah sakit masih mensterilkan semua rungan termasuk ruang IGD lantaran pegawai RSI yakni suami dokter jaga ada yang terindikasi terjangkit positif Corona.
“ saat itu Kami sterilkan ruangan IGD, bukan tidak ada Dokter jaga, tapi Dokter jaga ada di belakang. Mungkin saat itu keluarga korban terburu-buru dan panik sehingga langsung pergi meninggalkan RSI”, ujar Humas RSI di depan orang tua korban.
Atas Insiden itu pihak rumah sakit meminta maaf jika peristiwa kemarin itu tidak maksimal menangani korban, dan perlu dimaklumi karena kondisi di rumah sakit saat sedang sibuk menjalani repid tes terhadap seluruh karyawan guna antisipasi adanya penularan.
“ ini Mis komunikasi saja, bukan kami mengabaikan pasien dan bukan tidak ada dokter jaga, namun itu tadi lantaran ruang masih disterilkan”, tambahnya.
Pihak RSI sekali lagi mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa keluarga korban. ( red)
Orang Tua Korban Tenggelam Sayangkan Sikap RS Islam Metro Tolak Pertolongan Pertama