Selain berorasi, aksinya mahasiswa juga diisi dengan berbagi tulisan menggunakan spanduk dan kata-kata yang ditulis pada karton. Aksi mahasiswa juga dijaga ketat pihak kepolisian.
Tuntutan mahasiswa pun ditanggapi Asisten I Bidang Pemerintahan dan Hukum Yuzar selaku perwakilan dari Pemkab Lampura. Yuzar mengapresiasi apa yang dilakukan mahasiwa Lampung Utara, ia mengaku setuju dengan poin-poin yang disampaikan.
“Pemerintah juga menolak keras adanya LGBT. Namun kita akan membina warga kita yang didapati Komunitas LGBT,” ujarnya di hadapan puluhan mahasiswa.
Selain berorasi, aksinya mahasiswa juga diisi dengan berbagi tulisan menggunakan spanduk dan kata-kata yang ditulis pada karton. Aksi mahasiswa juga dijaga ketat pihak kepolisian.
Tuntutan mahasiswa pun ditanggapi Asisten I Bidang Pemerintahan dan Hukum Yuzar selaku perwakilan dari Pemkab Lampura. Yuzar mengapresiasi apa yang dilakukan mahasiwa Lampung Utara, ia mengaku setuju dengan poin-poin yang disampaikan.
“Pemerintah juga menolak keras adanya LGBT. Namun kita akan membina warga kita yang didapati Komunitas LGBT,” ujarnya di hadapan puluhan mahasiswa.
Sementara itu Ketua PC PMII Yudian Patria menerangkan, masyarakat diresahkan adanya suatu Grup di media Sosial yang diduga grup GLBT Lampung. “Pemkab Lamteng bilang akan menindaklanjuti tuntutan kami,” tutupnya. (Adi)