Way Kanan – Sahroni, salah satu Petugas Pengawas Lapangan (PPL) warga Kampung Rumbih, Pakuanratu, menjadi korban perampokan usai melakukan pengawasan proses coklit, Senin (22/1/2018) sekitar pukul 21.15 WIB. Ia pun harus merelakan ponsel dan uang tunai Rp 1 juta di jarah kawanan perampok.
”Ia benar, saat itu Sahroni memang sedang bekerja melakukan tugas pengawasan tahapan coklit. Namun dalam perjalanan pulang, tepatnya di jalan antara kampung Gunungwaras dan Kampung Rumbih, ia dicegat oleh 3 pria bertopeng dengan membawa sajam dan senpi,” terang Ketua Panwascam Pakuanratu Winston.
Winston menghimbau,untuk seluruh pengawas pemilu agar selalu waspada. Dan untuk daerah rawan begal, baiknya tugas yang dimandatkan oleh KPU dilaksanakan siang hari saja.
”Bagi teman-teman pengawas pemilu yang lain, saya berpesan bagi daerah rawan kriminal sebaiknya tugas dilaksanakan siang hari saja. Demi keamanan dan keselamatan kita. Kalau kondisi PPL saya ini tidak apa-apa. Alhamdulilah cukup sehat,” imbuh Winston.
Sementara itu Ketua Panwaslu Kabupaten Way Kanan, Yesi Karnainsyah mengaku sudah mendengar kabar tersebut. Dirinya juga menghimbau agar pengawas pemilu baik ditingkatkan kecamatan maupun tingkat kampung/kelurahan untuk berkoordinasi dengan aparat keamanan.
”Hal ini tentu sangat disayangkan dan perlu diantisipasi. Terutama pada daerah titik rawan kriminalitas. Adanya kejadian seperti ini maka Panwaslu akan selalu berkoordinasi lebih intens dan selalu berkomunikasi dengan kepolisian. Panwascam juga kita intruksikan agar lebih intens menjalin komunikasi dengan babinkam dan polsek,” tutupnya. (Dian)