WAY KANAN – Bidang Forensik Polda Lampung autopsi jenazah Happy Sasmita warga Kampung Banjar Baru, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, Rabu (30/3/2022).
Happy diduga menjadi korban kelalaian penanganan dokter. Dimana autopsi guna proses penyelidikan yang saat ini laporannya sedang ditangani Polres Way Kanan.
Diketahui, sebelum meninggal Happy Sasmita sempat menjalani operasi pengangkatan mata ikan di jari tengah kaki sebelah kanan di Rumah Sakit Haji Kamino (RSHK) Baradatu, Selasa (22/2/2022).
Saat proses autopsi, terlihat ibu korban dan keluarga menangis histeris saat liang kubur almarhumah digali. Proses autopsi yang ditangani oleh pihak bidang forensik polda lampung tersebut dimulai puk 11.00 WIB dan selesai pada pukul 17.00 WIB.
Kuasa Hukum Keluarga Korban, Anton Heri, SH., mengapresiasi langkah cepat yang diambil Polres Way Kanan dalam menangani kasus tersebut. Anton sendiri menduga kuat korban meninggal akibat adanya malpraktik saat menjalani perawatan usai operasi pengangkatan mata ikan.
Lantaran sesaat sebelum menjalani operasi, tuturnya, korban dalam keadaan sehat. Namun setelah selesai operasi, kondisi korban langsung drop hingga akhirnya meninggal dunia.
“Dalam hal ini, kami sangat mengapresiasi kinerja polisi yang telah bekerja cepat, khususnya Unit Tipidter Satreskrim Polres Way Kanan, sehingga dapat melakukan autopsi di hari ke 22 setelah dimakamkan. Kuat dugaan kami ada tindakan malpraktik yang dialami korban karena sebelum menjalani operasi, Happy Sasmita itu datang dengan membonceng ibunya menggunakan sepeda motormenuju rumah sakit, tapi setelah operasi keadaan Happy Sasmita memburuk dan makin memburuk. Bahkan hari ke 3 setelah operasi divonis batu empedu dan hari ke 5 divonis gagal ginjal,” tegasnya.
Anton menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera menyurati Polres Way Kanan untuk penyegelan dan menyetop sementara pelayanan.
“Dalam waktu dekat kami akan menyurati pihak kepolisian agar segera melakukan penyegelan sementara Rumah Sakit Haji Kamino, karena meninggalnya Happy Sasmita ini ada dugaan kelalaian dari rumah sakit dan akhirnya supaya kejadian seperti ini tidak terjadi lagi atau menimpa pasien lainnya,” tutupnya. (Dian)