Metro – Menjelang Pemilihan Gubernur Lampung pada 27 Juni 2018 mendatang, umat Hindu Kota Metro mengharapkan para calon melalui tim suksesnya dapat berpolitik secara santun dangan menghargai tempat-tempat peribadatan. Hal tersebut diungkapkan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kota Metro Ir. I Ketut Suarso saat di konfirmasi awak media usai ritual keagamaan Melasti di Dam Raman, Kel. Purwoasri, Kec. Metro Utara, Jum’at (16/3/2018).
“Kami dari parisada menghimbau dan mengajak umat sedharma Kota Metro, kita sebagai umat hindu tidak akan mencampuri masalah agama dengan politik. Konteksnya adalah individu kepada yang maha kuasa,” ucapnya.
Ia menekankan agar umatnya yang menjadi tim sukses pasangan calon dapat berpolitik santun. Dengan tidak mempengaruhi umat sedharma lainnya.
“Melalui parisada ini tidak boleh parisada campur aduk dengan politik. Dan kita tekankan agar masyarakat itu betul-betul dalam berpolitik harus santun dan tidak juga mempengaruhi yang lain,” ujarnya.
Menurutnya, kontestasi pilkada merupakan hak individu masyarakat, dan umat tidak dilarang menyalurkan aspirasi selagi tidak melakukan provokasi.
“Kalau itu hak masing-masing individu, ya silahkan saja salurkan aspirasinya kepada yang mereka sukai. Kita tidak akan menggiring, mengarahkan maupun memprovokasi untuk memilih salah satu pasangan calon, kita umat hindu memang sangat-sangat dilarang masalah agama dikaitkan dengan politik,” tegasnya. (Ap)