Metro – Walikota Metro Achmad Pairin akhirnya buka suara atas kelanjutan audiensi dengan puluhan perwakilan Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Metro di OR Setda, Kamis (19/10/2017). Walikota keukeh akan merelokasi ratusan PKL dan mengembalikan fungsi trotoar serta jalan di seputaran Pasar Metro.
“Berkaitan dengan pasar, ya kita akan menata pasar itu dengan sebaik-baiknya. Menatanya itu sesuai dengan program awal, bahwa kita punya program itu untuk yang fungsinya jalan kita kembalikan untuk jalan, yang fungsinya pasar kita kembalikan untuk pasar,” ucap Pairin saat di konfirmasi, Jumat (20/10/2017).
Kedepanya, lanjut dia, tidak akan lagi memberikan toleransi kepada PKL yang masih berjualan di jalan dan trotoar. Dalam sepekan, para PKL akan dipindahkan ke tempat yang sudah disediakan.
“Jadi untuk HPKLM kemarin yang minta berjualan lagi di jalan ya kita tidak mengizinkan. Satu minggu lagi akan kita pindahkan semua, yang penting setelah atas siap. Itu kita persiapkan lahan untuk PKL sekitar 190 sekian dengan aturan karena itu masih masa transisi jadi Tiga bulan tidak di pungut apa-apa. Insyaallah cukup lokasi itu untuk menampung pedagang, untuk yang selanjutnya kita liat perkembangannya,” paparnya.
Sementara itu terkait permintaan para PKL agar Pemkot dapat mengganti Kepala Dinas Perdagangan Leo M Hutabarat di tolak Wali Kota Metro. Menurutnya, terkait pergantian merupakan wewenang penuh Pemkot Metro.
“Nah soal mengganti kepala dinas itu kan kewenangan pemerintah bukan mereka, jadi itu yang harus dimaklumi, ya kita bekerja sesuai kewenangannya lah. Tapi yang namanya usulan itu saya mengucapkan terima kasih atas usulan itu. Kalau soal ganti kita kan ada aturan, ada kriteria, ada cara, ada tahapan. Nggak boleh sekonyong-konyong itu karena kita juga pembinaan terhadap PNS, ada mekanisme yang jelas,” tandasnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Himpunan Pedagang Kaki Lima Metro (HPKLM) Azwan Syairulloh mengaku telah menerima surat jawaban dari Wali Kota Metro atas audiensi yang dilaksanakan kemarin.
“Surat balasan dari pemkot sudah kami terima jam 6 sore kemarin. Dan kami sangat tidak terima. Tidak manusiawi jawabannya, karena tempat-tempat pribadi yang di tempati PKL ikut di gusur semua padahal mereka tidak melanggar dan mengganggu lalu lintas. Karena jualannya di tempat dan halaman ruko milik pribadi. Itu sudah melanggar HAM beliau, kenapa coba beliau melarang orang untuk menyewakan dan melarang orang untuk berdagang disitu,” jelasnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (20/10/2017).
Menurutnya, lokasi yang disediakan Pemkot Metro di Lantai Dua pasar Kopindo tidak mampu mengakomodir semua PKL.
“Di atas itu juga nggak cukup lah tempatnya. Walaupun kata pak wali itu sudah cukup kan dia enggak tahu yang sebenarnya, pak wali kan tahunya dari laporan pak Leo saja,” ketusnya.
Menyikapi jawaban Pemkot Metro, ia memastikan akan tetap melakukan aksi demo pada, Senin (23/10/2017). Sekitar seribuan massa akan diterjunkan pada aksi tersebut.
”Ya intinya hari Senin kita demo, positif itu sekitar seribu orang kita turunkan. Aksi besok gabungan dari PKL dan Ormas serta LSM. Target kami ya kadis harus diganti dan kami bisa berjualan di tempat semula seperti biasanya,” tukasnya. (Ap)