METRO – Bakat-bakat luar biasa muncul di ajang Muli Mekhanai Kota Metro. Pasca ditetapkan juara pertama yang diketahui mantan pengerek bendera nasional, rupanya fakta menarik dan patut dibanggakan muncul dari runner up Mekhanai yang digelar Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata tersebut.
Nama Dandy Aldilax yang keluar sebagai Juara II Mekhanai Kota Metro sekaligus juara I Intelegensia itu adalah seorang mahasiswa S2 di University of Oxford, jurusan IT System Analysis and Design.
Menurut Lembaga pemeringkatan kampus dunia, Times Higher Education (THE), perguruan tinggi asal Inggris (University of Oxford) itu adalah universitas terbaik di dunia, dengan skor 95,6. Hal ini tentunya membuat Kota Metro bangga, karena putra asli daerah mampu bersaing dengan mahasiswa lainnya di penjuru dunia.
Pada awalnya, putra pasangan Nizar Iskandar (55) dan Sri Hidayati (54) itu tertarik mengikuti Muli Mekhanai karena pengalaman pendidikannya hingga manca negara.
“Karena saat kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) sempat student change (pertukaran pelajar) ke Jerman dan China. Dari situ saya lihat bagaimana orang luar negeri melihat peluang untuk dijadikan potensi wisata. Saya coba implementasikan di Metro,” kata dia kepada tabikpun di kediamannya Jalan Brigjend Sutiyoso No. 18 Metro, Metro Pusat, Rabu (1/9/2021).
Karena pandemi, mengharusnya pemuda bertinggi badan 172 cm pulang ke Metro untuk sekolah daring. Dengan bekal ilmu yang matang, ia mengaku tak ingin menyia-nyiakannya dengan tidak berkontribusi terhadap Bumi Sai Wawai.
“Mulei Meghanai ini merupakan salah satu ajang dimana dapat mempromosikan produk pariwisata, mengembangkan pemuda, sehingga bisa menarik perhatian wisatawan luar. Jadi saya ambil kesempatan ini,” beber Dandy.
Saat ini, Dandy berambisi ingin memberikan yang terbaik untuk Kota Metro. Didukung penuh kedua orang tuanya, ia berharap bisa memperkenalkan Kota Metro ke daerah lain.
Sebelumnya, pria berusia 23 tahun itu sempat beberapa kali mengikuti ajang perlombaan akademik di tingkat nasional mewakili Provinsi Lampung.
“Yang paling berkesan itu ketika juara 1 lomba cerdas cermat Bahasa dan Sastra di Sumatera. Sebelumnya saya biasa ikut lomba akademik saja, ini pengalaman pertama. Syukur bisa juara II,” ujar pria yang menyelesaikan S1 ITB jurusan Sekolah Bisnis Manajemen hanya tiga tahun itu.
Apalagi, ajang Mulei Meghanai tidak hanya mengandalkan ketampanan saja. Namun harus menguasai sejarah budaya dan pengetahuan lainnya. Saat ini, dirinya kuliah sambil kerja di Hongkong and Shanghai Banking Corporation (HSBC).
“Selama kerja itu saya kuliah tatap muka,” pungkasnya.
Kesempatan yang sama, ibu Dandy, Sri Hidayati (54) mengatakan, awalnya juara bukanlah target dari putranya. Namun, ia lebih mengutamakan putranya mengenalkan Lampung secara lebih luas. Wanita yang akrab disapa Ibu Iting itu mengaku, membutuhkan waktu 3 bulan mempersiapkan putra nya mengikuti Muli Mekhanai.
“Kendala pertama itu berat badan, karena pandemi dia WFH banyak ngemil dan akhirnya badannya melar. Tapi karena memang dari kecil kalo dia punya tekad, dia akan kerja keras untuk tujuannya. Syukur 1,5 bulan berat badannya sudah turun,” kisahnya.
Ia berharap, anak kebanggannya itu dapat memberikan yang terbaik untuk ajang Muli Mekhanai di Provinsi.
“Harapannya untuk di tingkat Provinsi berikan yang terbaik. Kami punya waktu sebulan setengah untuk siapkan itu semua. Semoga semua berjalan lancar,” tandasnya. (Adi Herlambang)