Isak Tangis Warnai Pemakaman Korban Lakalantas JTTS

Proses pemakaman korban Lakalantas JTTS di Lampung Utara Desa Melangun Ratu. (Adi Susanto)

LAMPUNG UTARA – Prosesi pemakaman 4 korban kecelakaan maut, di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di kampung halaman korban Hadi Desa Melungun Ratu, Kecamatan Sungkai Tengah, Lampung Utara (Lampura), Minggu (20/10/2019) diwarnai isak tangis keluarga dan kerabat.

Kesedihan makin menjadi ketika keluarga, kerabat, dan tetangga yang melayat dan membantu proses pemakaman melihat kepolosan dua anak korban yang selamat harus menjadi yatim piatu. Membuat semua orang semakin merasa musibah nahas itu cobaan yang sangat berat bagi kedua anak tersebut.

Adapun keempat korban yang dimakamkan tersebut adalah sepasang suami istri, Antonius Hadi Prayitno berusia 40 tahun PNS dan istrinya Elisabeth Yoni berusia 37 tahun, anaknya Mikael Dwi Surya (7) satu peti bersama ayahnya Hadi. Serta kerabat mereka Christiowatiwanita berusia 14 tahun, adik sepupu dari Hadi Prayitno, yang masih duduk dibangku kelas 2 SMP, sementara itu dua anak korban yang selamat adalah Pricilia dan Vania.

Kecelakaan Maut di Jalintim Bandarmataram Renggut 6 Nyawa

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan maut JTTS, kilometer 96, Natar, Lampung Selatan, terjadi pada Sabtu 19 Oktober 2019, Mobil Sedan Honda Civic bernomor polisi BE 1230 BK, yang berisikan 6 orang keluarga, dikemudikan oleh Hadi Prayitno, melaju dari arah Terbanggi, Lampung Tengah hendak Kebandarlampung, menabrak sebuah truck bernomor polisi BH 8794 HP dan menyebabkan mobil sedan tersebut terbakar.

Hadi prayitno merupakan anak kedua dari 2 bersaudara dan sebelumnya tinggal di Bandarlampung karena bekerja disana. Kakak korban Eli Sukamto mengatakan, tidak ada firasat apa pun sebelumnya namun ia menuturkan jika Hadi memang tidak tidur usai menghadiri pesta pernikahan dirumah kerabatnya tersebut.

”Nggak ada perasaan apa-apa, waktu acara kemarin, ngobrol biasa aja, dia pulang subuh. Nggak setiduran emang, adek Hadi,” katanya, Minggu (20/10/2019).

Sementara itu Kepala Desa Melangun
Ratu, Suahili ZA menjelaskan, jenazah tiba di rumah duka pukul 23.00 WIB. “Hadi kini tingal di Bandarlampung, namun ia selalu pulang ke kampung halaman jika ada acara dan Hadi dikenal baik di lingkungannya,” tutupnya. (Adi)

Redaksi TabikPun :