Tulang Bawang – Meski saat ini ramai dibicarakan, dan menjadi perhatian banyak pihak, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) menyatakan pil PCC atau Paracetamol Caffeine Carisoprodol, belum beredar sampai di wilayah Tuba.
Kepala Dinas Kesehatan Tulang Bawang dr. Herry Novrizal,M.M., mengatakan, hingga saat ini belum ada temuan terkait peredaran pil yang memiliki efek seperti narkoba itu. “Termasuk penjualannya hingga kasus penggunaannya belum muncul di Kabupaten Tulang Bawang,” bebernya, Kamis (28/9/2017).
Walaupun belum ada temuan, dr. Herry meminta semua pihak untuk waspada, dan melakukan antisipasi. Guna mengantisipasi peredaran PCC, Dinas Kesehatan Tulang Bawang segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penyalahgunaan obat ini.
“Masyarakat juga diminta untuk proaktif melaporkan kepada aparat yang berwenang apabila menemukan penyalahgunaan PCC. Hal ini dilakukan karena PCC yang tergolong obat keras dan sudah pasti memiliki efek samping yang dapat membahayakan penggunanya,” ungkap dr.Herry.
Efek samping paling ringan yang dirasakan mulai mual, muntah, dan pusing. Fatalnya bisa meninggal dunia karena over dosis atau penyalahgunaan. Sosialisasi akan dilakukan pada Puskesmas – Puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Tulang Bawang. Selanjutnya sosialisasi juga akan kalangan lainnya seperti pelajar dan umum.
Puskesmas yang mempunyai wilayah kerja bertanggungjawab terhadap peredaran obat berbahaya seperti ini.“Untuk sosialisasi tentu akan menjelaskan secara detail tentang pil ini, Sehingga dapat memberikan gambaran bahayanya penyalahgunaan obat-obatan,” ungkapnya.
Menurutnya yang menjadi masalah adalah banyaknya masyarakat yang belum terlalu mengenali obat ini, sehingga dikhawatirkan dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. “Untuk itu, sosialisasi akan disampaikan terutama untuk memahami obat ini dan efek penyalahgunaannya,” Pungkasnya. (roby)















Add Comment