Lampung Utara – Pelaksana tugas (plt) Bupati Lampung Utara (Lampura) menegaskan hingga saat ini belum menerima penyerahan fasilitas negara selama menjabat sebagai plt Bupati. Pernyataan tersebut menepis isu bahwa pada 11 Februari fasilitas tersebut telah diserahkan kepadanya.
“Saya hingga saat ini saya tidak pernah merasa diserahkan fasilitas Bupati baik itu untuk rumah dinas atau kendaraan dinas. Jadi kabar yang menyatakan bahwa saya sudah menerima fasilitas itu bohong alias hoax,” tegas Widodo melalui sambungan telepon, Selasa (27/2/2018).
Widodo pun tidak mempermasalahkan secara serius hal tersebut. Menurutnya mau diserahkan ataupun tidak fasilitas itu tidaklah menjadi persoalan yang serius. Semua ia serahkan kepada Sekretariatan Pemkab Lampura.
“Itu nggak jadi masalah. Saya hanya fokus bekerja untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada. Seperti persediaan dana di satker, pencairan beban kerja, dan pencairan sebagian dana PHO. Intinya saya fokus bekerja dalam waktu yang singkat ini, itu aja,” terang Widodo
Sementara Asisten III Efrizal Arsyad, menyatakan kalau dirinya sudah melaksanakan perintah plt Bupati. Namun sampai berita ini diterbitkan belum juga ada agenda pasti penyerahan fasilitas itu. Justeru Asisten III yang notabene lebih tinggi jabatanya dari bagian-bagian, terkesan melempar persoalan ini ke Bagian Umum dan Perlengkapan.
“Kita sudah laksanakan pendataan setiap ruangan Rumdis, persiapan sudah, masalahnya sekarang ini kuncinya ada di Umum dan Perlengkapan. Sampai sekarang belum lapor, untuk menyerahkan ke plt. Penyebabnya ada di Kabag Umum dan perlengkapan,” kata Efrizal, Asisten III, Pemkab Lampung Utara saat dikonfirmasi, Rabu (28/2/2018).
Namun saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada, Rabu (28/2/2018) sore, Bagian Umum Pemkab setempat belum menjawab baik telepon maupun pesan singkat yang dikirimkan. (Adi)















Add Comment