Metro – Pedagang korban kebakaran Pasar Cendrawasih menerima bantuan material dari Pemerintah Kota (Pemkot) Metro, Rabu (25/4).
“Baru sampai siang ini. Ada sekitar empat kubik kayu lah yang diberikan. Katanya nanti ada material lain menyusul. Itu seng dan triplek,” terang Ketua Himpunan Pedagang Kaki Lima Metro (HPKLM) Aswan Syairulloh.
Namun demikian, pihaknya mempertanyakan bantuan kepada pedagang yang telah lebih dulu mendirikan kios. Empat kubik kayu diperuntukkan bagi pedagang yang belum membangun.
“Ini yang dipertanyakan teman-teman yang sudah bangun itu gimana nasibnya. Apa ada bantuan dalam bentuk lain. Kalau yang sudah bangun itu sekitar 41 kios, yang belum ada 64 plus 19 di sebalah sana,” ungkapnya.
Pasalnya, terus Aswan, saat kebakaran tempo hari, pendataan sudah dilakukan pemerintah. Dan menyatakan akan memberi bantuan kepada seluruh korban. Namun ternyata, untuk pedagang yang sudah bangun tidak diberikan.
“Itu bahasa yang keluar tadi. Jadi bantuan cuma untuk yang belum bangun saja. Katanya begitu. Tapi pas pendataan, semua didata. Kita pertanyakan itu saja. Saya sendiri sudah bangun duluan. Sekitar Rp 8 juta saya habis,” terangnya.
Hal senada diungkapkan Yanto, pedagang akseoris yang telah lebih dulu membangun kios. “Kita pakai uang sendiri. Ngutang lagi. Habis mau gimana. Sekitar Rp 10 juta. Itu makanya kita tanya, ada enggak kompensasi buat yang sudah bangun,” imbuhnya.
Sementara Dinas PU dan Dinas Perdagangan sebagai leading sector, enggan mengeluarkan pernyataan terkait pertanyaan para pedagang soal bantuan bagi mereka yang telah membangun saat dikonfirmasi awak media.
Sedangkan Asisten II Pemkot Metro Prayetno justru meminta Tribun Lampung untuk mengonfirmasi kepada dua dinas terkait selaku leading sector. “Itu teknis. Mereka lebih paham,” tuturnya via telepon.
Terpisah Panitia khusus (Pansus) DPRD secara spesifik akan memberikan rekomendasi terkait penanganan permasalahan pasar-pasar di wilayah setempat kepada Pemkot Metro.
“Pada dasarnya kita mendukung upaya-upaya penataan pasar-pasar di wilayah Metro lebih profesional, meningkatkan kenyamanan, kebersihan, keamanan, dan lainnya. Baik untuk pengunjung dan pedagangnya,” tukas Zaenuri, Ketua Pansus LKPJ Wali Kota.
Namun demikian, penataan juga harus melibatkan semua pihak terkait. Termasuk pedagang. Sehingga usulan-usulan bisa ditampung untuk kemudian diformulasikan menjadi keputusan atau kebijakan menentukan arah pembangunan pasar di Metro ke depan.
“Supaya tidak ada lagi polemik. Ya intinya bersama-sama. Satu pemahaman. Tujuan bersama kita kan memajukan Metro. Ini yang paling utama. Nanti rekomendasi kita sampaikan saat paripurna,” tuntasnya. (Ga)















Add Comment