Lampung Utara – Hasil panen padi lahan tadah hujan di Lampung Utara (Lampura) berkurang. Hal itu yang terjadi di lahan persawahan tadah hujan milik warga yang berada di Dusun Saung Marga, Desa Kalibalangan, Abung Selatan.
Meski telah memanen padi namun hasil yang didapat tidak seperti sebelumnya, dimana sebelumnya dapat mencapai 50 hingga 60 karung. Namun, dikarenakan musim kemarau yang tengah terjadi di Lampung Utara saat ini membuat hasil panen berkurang menjadi 10 atau 20 karung saja.
“Ini lagi dipanen Mas, tapi bukan panen raya karena musim kering. Jadi terpaksa kita panen gaduan mas,” ujar Supartini, Selasa (31/7/2018).
Dijelaskannya, disaat musim kemarau persawaan tidak lagi memiliki asupan air membuat lebih awal memanen dan menunda masa tanam hingga di musim penghujan nantinya. ”Panen saat ini juga hasilnya kurang, diperparah padi kena hama walangsangit juga. Sawah ini saja sekitar tiga hektar dan diperkirakan hasilnya 6 atau 7 karung Mas,” jelasnya, seraya menambahkan jika tidak gagal panen hasil yang diperolehnya bisa mencapai puluhan karung.
Hal yang sama dikatakan Dwiyanto, persawahannya telah mengalami kekeringan dan hasil panen padinya pun berkurang. ”Namanya sawah tadah hujan Mas, jadi hanya bisa menunggu hujan. Tidak ada asupan pengairan dan hasilnya pun berkurang,” katanya.
Pihaknya berharap mendapatkan bantuan pengairan dan pupuk dari Pemerintah. ”Kalau sudah kemarau resikonya kekeringan Mas dan masyarakat disini adalah petani sawah tadah hujan,” tukasnya.
Untuk diketahui, sawah tadah hujan adalah sawah yang sistem pengairannya sangat mengandalkan curah hujan. Jenis sawah ini hanya menghasilkan di musim hujan, di musim kering sawah ini dibiarkan tidak diolah karena air sulit didapat atau tidak ada sama sekali.
Sawah tadah hujan umumnya hanya dipanen setahun sekali, intensitas penggunaan tenaga kerja di sawah tadah hujan lebih tinggi karena petani harus menyulam (menanam kembali) lebih sering dibandingkan sawah beririgasi, akibat suplai air yang tidak stabil. (Adi)















Add Comment