LAMPUNG UTARA – Sejak Januari hingga Mei 2020, Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Utara (Lampura) mencatat 325 terjangkit dan meninggal dunia akibat DBD. Data tersebut merupakan hasil laporan rumah sakit dan puskesmas setempat.
Kasi Pengendalian penyakit menular Dinkes Lampura, M. Yusuf menerangkan, jumlah kasus DBD tersebut terhitung sejak lima bulan terakhir. Dimana satu orang meninggal dunia pada Februari lalu.
“Tahun lalu tercatat 500 an kasus DBD. Tapi dilihat grafik awal tahun sudah seperti ini, tidak menutup kemungkinan kasus DBD tahun ini meningkat dibanding tahun laku, meskipun beberapa bulan terakhir mengalami penurunan,” jelasnya, Rabu (3/6/2020).
Ia menambahkan, ada delapan kecamatan yang masuk dalam katagori daerah endemik, karena menyumbang beberapa kasus pasien DBD. Saat ini, lanjut dia, diketahui ada dua pasien baru yang terjangkit DBD sedang dirawat di RSD Ryacudu.
“DBD panyakit menular yang melalui nyamuk, untuk itu masyarakat diminta untuk menerapkan pola hidup sehat, dan menjaga kebersihan lingkungannya. Sesuai arahan petugas puskesmas yang ada di wilayah masing-masing,” tutupnya. (Adi/ Yono)















Add Comment