Metro News

Dituding Paksa Jual Air Mineral, SMKN 1 Metro Klarifikasi Pemberitaan

SMKN 1 Metro klarifikasi berita tuduhan paksa siswa peserta MPLS beli air mineral, bahwa tidak ada paksaan bagi siswa. Jika siswa ingin membeli, artinya mereka sudah membantu Palestina, karena hasil penjualan akan dikirimkan ke sana. (Red)

METRO – Meluruskan adanya pemberitaan terkait tuduhan pemaksaan membeli air mineral pada peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) oleh salah satu media siber pada, Minggu (3/8/2025), dibantah SMK Negeri 1 Metro. Dalam rilis persnya, pihak sekolah menegaskan bahwa kegiatan tersebut bersifat sukarela dan bahkan hasil penjualannya dialokasikan untuk bantuan kemanusiaan Palestina.

Diketahui, sebelumnya pihak SMKN 1 Metro diberitakan dituduh sekitar 300 siswa dipaksa membeli air mineral bergambar SMKN 1 Metro. Di dalam berita tertulis pernyataan Ketua AJOL Kota Metro, Antoni Gunawan, yang menyayangkan sekolah dijadikan tempat mencari keuntungan, diduga menjual air mineral kemasan, dengan harga tidak wajar, dan ketiadaan izin edar produk.

Menanggapi pemberitaan tersebut, Kepala SMKN 1 Metro, Fahrisya, memberikan klarifikasi dan menjelaskan bahwa itu merupakan kegiatan MPLS berorientasi edukasi, bukan komersial. Kegiatan MPLS itu berlangsung pada 14 hingga 16 Juli 2025, difokuskan pada pengenalan lingkungan sekolah dan dijalankan oleh guru serta OSIS.

Penyediaan air mineral merupakan bagian dari program kewirausahaan OSIS, bukan kebijakan sekolah, dan itu merupakan prinsip sukarela dan transparansi, dilakukan oleh 30 persen dari 540 siswa yang membeli air mineral. Tidak ada kewajiban dan sanksi bagi yang tidak berpartisipasi.

“Harga air kemasan yang dijual seharga Rp10.000 mencakup biaya produksi dan logistik, dengan keuntungan penuh disalurkan untuk bantuan kemanusiaan Palestina,” jelasnya.

Terkait izin edar, lanjut dia, produk air mineral tidak termasuk kategori Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) komersial, melainkan kegiatan pembelajaran siswa. Kegiatan itu juga merupakan inisiatif OSIS SMKN 1 Metro.

“Ini murni inisiatif dari OSIS untuk melatih jiwa wirausaha sekaligus beramal. Kami sedih dan menyanyangkan jika kegiatan ini dipolitisasi. Kegiatan ini juga tidak ada paksaan, tetapi ada yang mengeluhkan harga dinilai terlalu tinggi,” sesalnya.

Sekolah juga menegaskan, komitmennya terhadap prinsip nirlaba dalam kegiatan siswa. Ia berharap AJOL Kota Metro melakukan verifikasi cek and ricek serta cover both side sebelum menyampaikan tuduhan. Kepala SMKN 1 Metro meminta Ruang InfoNews untuk memuat klarifikasi ini secara proporsional agar tidak menimbulkan spekulasi di publik. Menghindari pemberitaan yang berpotensi merusak reputasi institusi pendidikan.

“Kami terbuka untuk dialog dengan semua pihak, termasuk AJOL, demi transparansi dan kemajuan pendidikan di Metro,” tegas Fahrisya. (Red)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: