www.tabikpun.com, Metro – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro berencana menaikkan retribusi salar pasar hingga 100 persen di wilayah setempat untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Wacana kenaikan retribusi hingga 100 persen menuai pro dan kontra dari pedagang. Seperti diutarakan Ketua Himpunan Pedagang Kaki Lima Metro (HPKLM) Azwan yang mendukung peningkatan PAD dari sektor retribus salar pasar namun tidak dengan kenaikan hingga 100 persen
“Kalau naiknya segitu ya tidak setuju. Tapi kalau memang mau naik untuk PAD, kami juga mendukung. Ya jangan 100 persen lah. Kondisi saat ini kan lagi sulit. Itu bakal memberatkan kami,” paparnya, Senin (3/4).
Ia menilai, jika kenaikan retribusi dikisaran 25 hingga 50 persen masih dalam batas kewajaran. Namun harus diimbangi dengan peningkatan fasiltas pelayanan-pelayanan yang ada di pasar.
“Seperti keamanannya yang terjamin. Karena masih sering kios itu di bobol maling, padahal sudah ada Satpam. Juga kami ini dibuatkan awning. Jadi ada take and give. Begitu juga kebersihan,” imbuhnya.
Sementara Plt Kadis Perdagangan Metro Pansuri mengaku, kenaikan salar karena untuk meningkatkan PAD. Selain itu, Perda retribusi tahun 2011 sudah tidak pas dengan kondisi saat ini.
“Jadi perda itu dirubah disesuaikan lah. Ini masih kita bahas bersama DPRD. Karena sudah enam tahun. Tapi kenaikan ini juga akan diimbangi dengan peningkatan pelayanan,” terangnya.
Ia menambahkan, saat ini ada lima pasar yang dikelola Pemkot Metro. Yakni Cendrawasih, Shopping, Tejoagung, Margorejo, dan Sumbersari. Adapun target retribusi dari lima pasar tersebut sebesar Rp 960 juta per tahun.
“Tahun lalu target kita sama dan realisasinya mencapai 90 persen. Kita optimis target bisa tercapai dan bahkan lebih, kalau raperda ini disetujui dan bisa diberlakukan,” imbuhnya.
Adapun draft kenaikan retribusi yang diusulkan di antaranya, kios permanen Rp 3.500 per hari dari Rp 1.500 dan Rp 4.000 dari Rp 2.000. Kemudian kios semi permanen Rp 3.000 dari Rp 1.500 dan Rp 3.500 dari Rp 2.000.
Sementara Panitia khusus (Pansus) retribusi salar pasar DPRD Metro meminta Pemkot untuk melakukan kajian terlebih dahulu sebelum menaikkan harga.
“Kenapa kajian, karena perlu dasar untuk menaikkan tarif itu. Apa alasannya. Kenapa bisa 100 persen. Ini kan perlu dijelaskan. Kalau naik, kami sepakat untuk PAD. Tapi alasan naik itu apa,” ujar Made Dwi Riyana.
Sekretaris Pansus retribusi Zas Dianur Wahid menambahkan, kenaikan juga harus dibarengi dengan peningkatan pelayanan. Sehingga masyarakat merasakan langsung hasil dari PAD.
“Dan saya pikir jangan 100 persen juga. Naik kok langsung 100 persen. Kan bisa bertahap. Yang pasti dibicarakan juga dengan pedagang. Supaya tidak menimbulkan gejolak,” tuntasnya. (ga)















Add Comment