News Pringsewu

Jelang Arus Mudik, Belum ada Tanda Perbaikan Jalan Provinsi

Pringsewu-  Jelang arus mudik lebaran, kerusakan jalan provinsi yang menghubungkan  Pringsewu – Lampung Tengah tak kujung diperbaiki, meski sudah berbagai kecaman dan kritikan pengguna jalan maupun warga, hal itu tetap saja tidak membuahkan hasil / tak kunjung diperbaiki dari Dinas Provinsi ataupun dinas terkait.

Reporter tabikpun.com mencoba mewawancarai meminta tanggapan kepada sejumlah pengguna jalan yang setiap harinya melintasi dijalan ini, pada , Jum’at (09).  Bermacam- macam keluhan dan cibiran bahkan banyak yang sudah muak dan enggan berkomentar banyak menyatakan sudah bosan.

Dari hasil pantauan dilapanga, ruas jalan terparah yaitu pada jalan KH.Gholib, Pekon Rejosari, Sukoharjo 1 tepatnya depan Mapolsek, Waringinsari, Bandung Baru dan Sinarwaya.  Ruas jalan Provinsi tersebut memerlukan penanganan secepatnya dikarenakan banyak sekali jeglongan dan kubangan, warga pengguna jalan dan masyarakat sangat kwatir apabila jaln tersebut tak kunjung diperbaiki bisa berdampak pada pencemaran udara pada musim kemarau dan kerusakan pada kendaraan.

“kalau jalan seperti ini dari  pemerintah tak segera menanggapi dengan kondisi yang sangat parah, apalagi sekarang debu beterbangan dan bisa mengganggu pernafasan, polusi udara, apakah dari pemerintah nunggu korban dulu baru diperbaiki,”ungkap warga pekon rejosari 

“tolong untuk dinas terkait  secepatnya perbaiki jalan ini karena dampaknya sangat buruk untuk kendaraan roda dua maupun roda empat, apalagi saya setiap hari lewat jalan ini kerusakan sering benar mobil saya, ” ujar Firman sopir angkutan desa.  

“Ini memang menjadi potret yang sangat memilukan, kali ini Para pemudik akan disuguhi dengan jeglongan ,kubangan, yang harus lebih xtra hati hati dalam melintasi kubangan tersebut, diperparah lagi debu debu betrbangan yang menyebabkan polusi udara dan terjangkitnya saluran pernafasan, karena itu bagi pemudik diharapkan gunakan masker apabila melintasi jalan tersebut demi keselamatan Dan kesehatan,” keluh sejumlah tokoh masyarakat setempat.

(nanang) 

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: