METRO – Kepedulian terhadap etnis Rohingya yang mendunia semakin terasa, di Kota Metro ratusan elemen masyarakat yang tergabung dalam beragam organisasi berencana menggelar aksi damai dengan melakukan Long March mengelilingi pusat Kota, Sabtu (9/9/2017).
Rencana tersebut disampaikan Ketua Kordinator lapangan (Korlap) Muhammad Fatur Rohman dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) cabang Kota Metro saat di konfirmasi tabikpun.com di Sekretariatnya di Kelurahan Imopuro, Metro Timur. Fatur mengatakan, dalam aksi yang akan berlangsung pada pukul 16.30 WIB tersebut sedikitnya akan diikuti oleh 12 elemen dengan estimasi 500 orang peserta aksi.
“Kita prediksi akan lebih dari 500 orang yang akan ikut dalam aksi nanti sore, karena ini gabungan dari beragam elemen. Jadi nanti yang sudah ada dalam list kami itu ada KAMMI Metro, MLC Metro, DPU Daarut Tauhid, LDK AL-ISHLAH, ODOJ Metro, GARUDA Keadilan, HMI, ROHIS Metro, FLP METRO, KRONIKA, PGSD UNILA, SMP IT Wahdatul Ummah Metro, nah itu belum termasuk masyarakat yang ikut long march,” terangnya.
Fatur menjelaskan, rute long march akan mengelilingi pusat Kota Metro dari titik kumpul dan di mulainya aksi di Masjid Taqwa Metro hingga berjalan kaki mengelilingi jalan protokol dan kembali lagi ke Masjid Taqwa.
“Rencana kami sehabis ashar nanti mulai long march, rutenya dari madjid Taqwa kita jalan ke arah RSUD Ahmad Yani, mengarah ke lapangan samber, dan melewati jalur dua dan kembali lagi ke Masjid Taqwa. Jadi sambil jalan itu sambil menggalang dana. Untuk tim yang menggalang dana sekitar 50 orang,” jelasnya.
Ia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat Kota Metro untuk berpartisipasi dalam membantu saudara Muslim Rohingya di Myanmar. Dalam aksi long march, ratusan peserta aksi nantinya meminta tujuh hal yang di anggap dapat membantu meringankan penderitaan muslim Rohingya.
“Kini Rohingya memanggil kita, ini diserukan kepada umat muslim di Kota Metro untuk dapat hadir dalam aksi simpatik peduli terhadap suadara kita di Rohingya dan Myanmar atas penindasan, pembunuhan, pemerkosaan dan pembantaian massal umat islam oleh tentara dan biksu di Myanmar yang dinilai sangat tidak manusiawi,” harapnya. (Ap)
Berikut Tujuh tuntutan yang akan disampaikan:
- Mendesak Pemerintahan Indonesia Untuk MEMUTUSKAN Hubungan DIPLOMATIK dan PERDAGANGAN dengan MYANMAR.
- Mendesak MAHKAMAH KEJAHATAN INTERNASIONAL untuk MENGADILI pihak-pihak yang bertanggung jawab atas PEMBANTAIAN MASSAL, dan PEMBUMI HANGUSAN ETNIS ROHINGYA.
- Mendesak ASEAN dan PBB untuk mengutuk dan mengeluarkan MYANMAR dari Keanggotaan ASEAN dan keanggotaan PBB.
- Menyeruhkan kepada seluruh Masyarakat Dunia untuk MEMBOYCOT semua PRODUCT MYANMAR.
- Mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengeluarkan RESOLUSI EMBARGO dan mengirim PASUKAN PERDAMAIAN PBB di Wilayah ETNIS ROHINGYA.
- Mendesak Organisasi OKI untuk membantu penderitaan ETNIS ROHINGYA.
- Mendesak pemerintah Indonesia untuk berperan aktiv untuk menekan myanmar membuka akses bantuan kemanusiaan ke rohingya.













Add Comment