Metro News

PKL Taman Merdeka Ngluruk DPRD, Pedagang : UUD 45 Saja Bisa di Amandemen, Masa Perda Tidak Bisa Dirubah

Minta dukungan, puluhan PKL Taman Merdeka datangi DPRD Kota Metro. (Angga)

METRO – Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) Taman Merdeka ngluruk DPRD Kota Metro, Senin (18/9/2017). Kedatangan pedagang meminta dukungan DPRD agar pedagang tetap bisa berdagang di Taman Merdeka.

Ketua Paguyuban Pedagang dan Usaha Permainan (P2UP) Taman Merdeka Budi Hartono mengatakan, tujuan kedatangan para pedagang untuk meminta kebijakan kapada wakil rakyat agar dapat tetap berdagang di Taman Merdeka. Menurutnya, eks Transmigrasi yang disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Metro bagi PKL Taman Merdeka tidak dapat mengakomodir semua pedagang.

”Kami sudah bertemu dengan walikota dan hanya diberikan kebijakan berdagang sementara. Kami disarankan pindah ke eks Transmigrasi, tetapi tempatnya tidak memungkinkan mengakomodir semua pedagang,” curhatnya di OR DPRD, Senin (18/9/2017).

Menurutnya, jika harus pergi dari taman sama saja para pedagang harus merintis pelanggan dari awal. Padahal, keberadaan pedagang di Taman Merdeka hanya untuk mencari sesuai nasi, bukan mencari kekayaan.

”UUD 45 saja bisa di Amandemen, masa perda tidak bisa dirubah. Apalagi ini berhubungan dengan nasib orang banyak. Berhubungan dengan kesejahteraan dan perekonomian warga Kota Metro. Kami berharap DPRD dapat melakukan kajian mendalam terlebih dahulu sebelum memutuskan merelokasi kami. Kami siap kok kalau harus ditarik salar Rp 5 ribu per gerobak. Bisa dibuat regulasinya agar keindahan dan kebersihanya. Kami siap mengikuti semua aturan itu. Penggusuran ini terkesan tiba-tiba, tidak pernah di diskusikan dulu dengan para pedagang. Cobalah dikaji dulu,” timpal perwakilan pedagang lainya.

Kedatangan puluhan PKL Taman Merdeka disambut Ketua DPRD Kota Metro Anna Morinda, Ketua Komisi II Tondi Nasution, Ketua Fraksi Gerinda Ridhuan Sory Ma’oen Ali, D Shantori, Wiwin Septiani dan Priatmoko. Keluhan para pedagang langsung ditanggapi Ridhuan Sory Ma’oen Ali yang berjanji akan membicarakan keluhan para pedagang kepada Pemkot Metro.

”Sebelumnya pada pandangan fraksi gerindra saya sudah sampaikan agar pedagang dapat tetap berdagang tetapi bukan di dalam Taman Merdeka. Melainkan di rest area atau di Masjid Taqwa. Prinsipnya saya akan mendukung bapak dan ibu sekalian. Tetapi didukung sesuai aturan. Kalau melanggar aturan saya tidak mau. Yang jelas tidak bisa berdagang di dalam taman. Saya tidak berjanji, tetapi akan kami rundingkan dulu,” ungkapnya.

Senada diturakan Tondi Nasution, ia pun akan mendukung para pedagang tetap dapat berdagang. Namun dengan catatan tidak berdagang di dalam Taman Merdeka.

“Nah, sekarang pedagang mau pindah kemana? Karena tidak mungkin tetap berdagang di Taman Merdeka. Nanti difikirkan tempat yang tidak mempengaruhi pendapatan para pedagang. Yang tetap ramai seperti Taman Merdeka itu,” ungkapnya.

Sementara Ketua DPRD Kota Metro Ana morinda pun mengaku memahami terkait keluhan para PKL Taman Merdeka. Menurutnya, para PKL pun mempunyai keinginan yang sama, yaitu menjaga kebersihan dan keindahan Taman Merdeka sebagai salah satu ikon Bumi Sai Wawai.

“Apa yang disampaikan mereka sebenarnya juga ingin memperjuangkan taman sebagai ikon Kota Metro, itu yang saya tahu. Mereka juga senang kalau taman itu terlihat tertata. Tapi mereka meminta solusi, karena kalau mereka nggak dagang di sini (Taman Merdeka) bagaimana kehidupan mereka,” ucapnya.

Anna meminta Pemkota Metro dapat memberikan solusi terbaik dalam menata PKL di Taman Merdeka. Seperti menentukan tempat relokasi yang tidak berdampak terhadap berkurangnya pendapatan para pedagang.

“Saya kira pemerintah harus mengambil langkah-langkah yang baiklah. Misalnya pun harus pindah, Pemkot harus memastikan tempat pindah itu harus ada pengunjung. Untuk teknisnya bagaimana nanti teman-teman di komisi berdiskusi tentang hal ini. Dalam hal ini kita nggak menyampaikan lagi ke pedagang, kita hanya memberikan masukan kepada walikota,” tandasnya. (Ap/Ga)

 

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: