Lampung Utara – Menyikapi hasil rapat DPRD dengan TAPD yang dilaksanakan secara tertutup, Koalisi Kontraktor Lampung Utara Bersatu (K2LUB) menyatakan akan kembali menggelar aksi massa dengan jumlah besar. Karena Anggota DPRD dinilai sengaja mengulur-ulur waktu dan memberikan janji-janji palsu.
“Dalam hal ini kami mengajak seluruh elemen untuk turun ke jalan menggelar aksi yang lebih besar lagi. Untuk itu kepada seluruh elemen, tokoh adat, agama, aktivis yang peduli dengan Lampung Utara untuk melakukan aksi di Desember ini,” kata Ketua K2LUB, Syamsul Erfan Zen, yang didampingi oleh anggota K2LUB di sekretariatannya, di Jalan Pahlawan, Kotabumi, Senin (18/12/2017).
Hal tersebut menurutnya mesti dilakukan, karena sudah 5 kali mereka menyampaikan aspirasinya kepada para Wakil Rakyat yang duduk di DPRD Lampung Utara, namun hingga saat ini belum ada realisasi dari janji-janji yang sudah dilontarkan para wakil rakyat setempat.
“Kami sudah lima kali menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah dan DPRD untuk masalah keluhan pencairan dana PHO tahun 2017 ini, namun sampai sekarang belum ada realisasinya,” ujarnya.
Dikatakannya, pada pertemuan terakhir dengan DPRD Lampung Utara mereka menyampaikan sedikitnya ada tiga tuntutan yang diajukan kepada Pemda dan DPRD, terkait pencairan dana PHO yang hingga saat ini belum terealisasikan oleh Pemkab setempat.
“Kita akan buat Desember ini menjadi kelabu, karena sudah lima kali kita turun dan melakukan pertemuan, tapi itu hanya janji-janji bohong,” ungkap Syamsul Erfan Zen.
Sementara Gundala Putra salah satu anggota K2LUB menyatakan hasil pertemuan DPRD dengan TAPD yang dilangsungkan secara tertutup tersebut menuai kontropersi. Pasalnya, hingga menggelar rapat bersama TAPD, DPRD belum juga mengambil langkah.
“Semua ini bukan atas nama kepentingan pribadi atau K2LUB, tapi atas kepentingan Kabupaten Lampung Utara. Karena penyakit keuangan Lampung Utara ini sudah keritis, untuk itu kepada semua elemen mari kita sama-sama selamatkan Lampung Utara ini, yang merasa memiliki Lampung Utara ini ayok jangan kita diam saja,” timpal Mirza. (Adi)














Add Comment