Metro – Puluhan driver ojek dan mobil online mendatangi Pos Pantau Satuan Sabhara Polres Metro di Lapangan Samber, Senin (8/1/2018). Datangnya para driver online tersebut rupanya meminta perlindungan pihak berwenang lantaran mendapat ancaman dari supir angkot di Bumi Sai Wawai.
Ruri salah seorang Driver Ojek online Grab menuturkan, jika supir angkot mengajak seluruh dirver online untuk bertemu di Taman Merdeka. Pesan tersebut disampaikan kepada salah satu driver online yang diminta untuk memanggil semua rekannya.
“Awalnya ada kawan kita yang ketemu angkot Pekalongan dari arah Smansa pas posisi nggak ngangkut. Terus supir angkot itu ngomong suruh kumpulin kawan-kawan grab nanti mau ditemuin di taman. Kalau enggak kumpul mau di samperin satu-satu. Terus kawan ngabarin dan kita semua kumpul, terus kami kesini (Pos Pantau, red),” jelasnya, Senin (8/1/2018).
Ia mengaku juga pernah mengalami hal serupa. Dimana supir angkot yang merasa tidak nyaman dengan keberadaan driver online di Bumi Sai Wawai.
“Sebelumnya juga saya ngalamin diomongin sama supir angkot yang ngomong nya bawa-bawa suku. Harapan ya kita baik-baik sajalah, jangan swiping-swiping lagi. Kita jalan bareng-bareng cari duit juga bareng-bareng,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala bidang (Kabid) angkatan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Metro Candra Laksana yang hadir ke Pos Pantau Samber mengatakan, hingga kini pihaknya baru menerima audiensi dari driver konvensional yang mengais rezeki di Bumi Sai Wawai.
“Yang telah menghadap saya sebelumnya adalah ojek konvensional mereka minta agar ojek online ini tidak beroperasi. Tapi kami enggak bisa memenuhi keinginannya karena aturan hukumnya tidak ada dan sama-sama ilegal. Tapi karena kebutuhan masyarakat kita silahkan saja,” paparnya.
Ia berjanji kedepan akan membuat regulasi pembagian wilayah operasional terhadap driver online maupun konvensional.
“Paling tidak dengan begitu akan memperkecil gesekan. Dan kedepan setelah kami berkoordinasi dengan lintas sektor kami akan mengumpulkan ojek online dan konvensional serta taksi online dan angkot. Dan kedepannya juga akan kita buatkan perwali nanti setelah kita ajukan dan disetujui nanti oleh pak wali,” jelasnya.
Candra juga menghimbau, untuk sementara waktu aktivitas ojek dan taksi online di Kota Metro harap dibekukan.
“Saya menghimbau ojek online di bekukan sementara. Biar kedepan enggak ada gesekan lagi. Itu seharusnya berkoordinasi dulu dengan perhubungan, supaya aman kedepannya tanpa ada gesekan,” tandasnya.
Terpisah, penyedia jasa ojek berbasis aplikasi online bernama Onejek menyayangkan atas keputusan yang diambil Dishub Metro. Ia meminta agar Pemerintah Kota Metro dapat segera mengambil kebijakan yang dapat menguntungkan semua pihak.
“Sebenarnya kalau untuk di bekukan sementara sih kita bisa terima bisa enggak ya, karena ini menyangkut dengan pendapatan kawan-kawan juga ya. Tapi kalau memang ini untuk kebaikan bersama kita enggak masalah dari pada nanti ada benturan di luar, kami enggak menginginkan itu. Kalau bisa secepatnya pemkot mengambil kebijakan yang adil dan tidak memihak,” tutur Kurniawan pengurus Onejek Metro. (Ap)














Add Comment