Metro News

Fenomena Hujan Es Melanda Kota Metro Lampung 

METRO- Hujan deras disertai angin kencang melanda kota metro Lampung, minggu sore ( 01/04/2018).

Tidak hanya hujan deras disertai angin kencang  seperti biasanya, namun hujan kali ini diselingi turunnya butiran batu es sekecil biji jagung di rumah warga banjarsari metro utara kota Metro Lampung.

Kejadian tak lazim tersebut diketahui oleh Dewi, warga RT. 10 RW. 02 kelurahan Banjarsar,i kecamatan metro utara.  Awalnya saat hujan deras dirinya sedang berberesan mencuci piring di dapur. Tiba tiba sekitar 15 menit berlangsungnya hujan deras tersebut, terdengar  diatas atap berbahan spandek rangka baja di dapur rumahnya, mendengarkan suara aneh seperti hujan batu. Dirinya sempat terdiam dan memperhatikan suara tersebut, dan benar saja butiran butiran es sebesar biji jagung bertubi tubi terpental masuk kedalam ruang dapur.

” awalnya saya tidak percaya hujan es itu terjadi, anak saya Faqih yang saat itu berada di dapur menemukan sejumlah butiran es dan menunjukkan kesaya dan suami saya”, ungkapnya.

” gak lama kejadian aneh itu bang, sekitar 2 menit aja suara  batu jatuh di atap dapur saya itu, saya langsung manggil suami saya, suami saya juga melihat butiran butiran es yang dipungut dan ditunjukkan anak kepada kami”, tambah ibu dua anak itu.

Menurutnya, sejak Ia lahir di Kota metro belum pernah melihat Fenomena hujan es itu terjadi. Ia berharap kejadian itu hanya sebuah kejadian alam yang tidak berdampak negatif kepada manusia.

Hal senada juga dirasakan Sumini salah seorang warga metro kibang lampung timur saat dirinya berkunjung ke tempat wisata TMII di metro utara, saat hujan berlangsung dirinya enggan pulang karena khawatir hujan kali ini tak seperti hujan biasanya.

” aku gak berani pulang mas, pas aku buru buru mau pulang dari TMII itu sontak hujan datang dan butiran butir es nimpa helmku, kata sumini kepada tabikpun.com.

Informasi yang dihimpun tabikpun.com, hujan es juga terjadi dan dirasakan warga diseputaran Polos, kelurahan Metro kecamatan Metro Pusat. ( red).

 

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: