Tulang Bawang – Memacu percepatan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di Kabupaten Tulangbawang khususnya di bidang infrastruktur, Bupati Tulangbawang Hj. Winarti SE MH melakukan audiensi dengan Kementrian PUPR RI di Jakarta, Senin (13/08/2018). Saat audiensi, Winarti menyampaikan beberapa hal yang berasal dari masyarakat dari penjuru Tulangbawang.
Bupati Gotong Royong tersebut didampingi sejumlah pejabat dilingkup Pemkab Tulangbawang, diantaranya Sekda Ir. Anthoni MM, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Ir. Meilan Aziz Amat MM dan Plt. Kepala Bappeda-Litbang Dicky Soerachman SE.
Bupati Winarti menjelaskan, mengenai kondisi Kabupaten Tulangbawang terkait sangat dibutuhkannya program bedah rumah yang akan diperuntukan bagi masyarakat kurang mampu, lalu Rusunawa Pesantren dan rencana program pembangunan “Kotaku” dari Kementerian PUPR RI.
Hal demikian dilakukan mengingat keterbatasan anggaran daerah atau Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tulangbawang. Maka tambahan kuota program-program tersebut untuk Tahun 2018 dan 2019 diharapkan dapat terealisasi.
“Namun, sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi yang telah memberi perhatian lebih kepada Kabupaten Tulangbawang. Sehingga untuk percepatan pembangunan di Tulangbawang semoga dapat segera terwujud,” ungkap Bupati Winarti.
Ia menjelaskan, bahwa telah menginstruksikan kepada semua jajarannya untuk berupaya menjemput bola ke Pemerintah Pusat, baik dari segala lini yang ada dan bahkan beberapa SKPD secara simultan harus melakukan upaya penjemputan program dengan cara menjual program – program unggulan untuk masyarakat ke berbagai kementerian di Jakarta.
“Kita benar-benar sangat serius dalam mewujudkan cita-cita dan keinginan masyarakat Tulangbawang, maka saya juga pribadi akan terus turun langsung melakukan audiensi ke sejumlah Kementrian guna memaparkan kondisi riil kabupaten Tulangbawang agar dapat diperhatikan lebih lagi,” tegas Bupati perempuan pertama di Kabupaten Tulangbawang.
“Apalagi program bedah rumah merupakan salah satu program pro-rakyat, sehingga menjadi prioritas karena sangat dibutuhkan rakyat dan untuk program ini saya berusaha mendapatkan tambahan kuota dari Pusat,” imbunya.
“Mengenai inovasi di bidang pendidikan non formal, telah kita sampaikan juga permintaan bantuan pembangunan berupa Rusunawa Pesantren, keinginan ini saya dapatkan dari hasil keliling Kampung di Tulangbawang, ternyata salah satu kebutuhan penting adalah tempat pendidikan yang layak bagi para santri pesantren, maka semoga dapat terealisasi bantuan-bantuan dari Pusat ini,” tutupnya. (Roby)














Add Comment