Lampung Utara News

Balita Pengidap Hidrosefalus di Lampura Butuh Uluran Tangan

Purwasih ibunda Azzam saat ditemui di kediamannya. (Adi Susanto)

LAMPUNG UTARAAndrian Azzam Faturrahman balita usia 7 bulan anak pertama pasangan Eko Saputra dan Ratih PurwasihPurwasih warga Jalan Bunga Mayang No. 266 Kelurahan Sribasuki, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) mengidap penyakit Hidrosefalus.

Ibunda Andrian, Purwasih menerangkan, penyakit tersebut telah diderita anaknya sejak lahir. Dimana kali pertama diketahui dari USG saat usia kandungan menginjak usia 7 bulan.

“Setelah kelahiran cesar di RS Kotabumi langsung dirujuk ke RS Abdul Moeloke,” jelasnya saat ditemui di kediamannya, Kamis 14 Februari 2019.

Ia menjelaskan, pasca anaknya lima bulan dirawat dan lima kali menjalani operasi di RS di Bandarlampung keadaanya mulai membaik. Pembesaran di kepala pun mulai mengecil.

“Setelah itu kami diizinkan pulang dan melakukan rawat jalan,” tambahnya.

Ia berharap, ada uluran tangan dari dermawan yang dapat membantu meringankan beban perawatan Azzam saat ini. “Saya berharap Azzam segera sembuh, kami terkendala biaya akomodasi untuk kontrol, mengingat pekerjaan ayahnya hanya buruh swasta,” tutupnya. (Adi)

Andrian Azzam Faturrahman balita usia 7 bulan anak pertama pasangan Eko Saputra dan Ratih PurwasihPurwasih warga Jalan Bunga Mayang No. 266 Kelurahan Sribasuki, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) mengidap penyakit Hidrosefalus.

Ibunda Andrian, Purwasih menerangkan, penyakit tersebut telah diderita anaknya sejak lahir. Dimana kali pertama diketahui dari USG saat usia kandungan menginjak usia 7 bulan.

“Setelah kelahiran cesar di RS Kotabumi langsung dirujuk ke RS Abdul Moeloke,” jelasnya saat ditemui di kediamannya, Kamis 14 Februari 2019.

Ia menjelaskan, pasca anaknya lima bulan dirawat dan lima kali menjalani operasi di RS di Bandarlampung keadaanya mulai membaik. Pembesaran di kepala pun mulai mengecil.

“Setelah itu kami diizinkan pulang dan melakukan rawat jalan,” tambahnya.

Ia berharap, ada uluran tangan dari dermawan yang dapat membantu meringankan beban perawatan Azzam saat ini. “Saya berharap Azzam segera sembuh, kami terkendala biaya akomodasi untuk kontrol, mengingat pekerjaan ayahnya hanya buruh swasta,” tutupnya. (Adi)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: