METRO – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Metro siap menggelar aksi solidaritas terkait tewasnya kader IMM Kendari Randi yang diduga akibat tertembak peluru karet.
Ketua IMM Kota Metro Ali Nurdin mengatakan, IMM Pusat sudah mengistruksikan seluruh IMM di daerah untuk menggelar aksi solidaritas di Polres dan Polda setempat. Namun saat ini belum dipastikan waktu aksi tersebut digelar.
“Saat ini kami masih menunggu 48 jam penyelidikan kasus ini segera diselesaikan. Untuk waktu aksi masih belum ditentukan, yang pasti minggu-minggu ini dilaksanakan,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Jumat (27/9/2019).
Lulusan UMM Metro Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi ini juga menambahkan, pihaknya pun masih menunggu instruksi IMM Provinsi Lampung terkait lokasi aksi solidaritas. Apakah akan digelar di masing-masing Polres atau akan berpusat di Polda Lampung.
“Untuk berangkat ke Jakarta belum ada instruksi. Tetapi tidak ada larangan kalau kader IMM Kota Metro mau berangkat. Tetapi bagi kader yang ingin berangkat harus melaporkan diri dulu untuk pendataan,” tutupnya.
Diketahui, Randi adalah mahasiswa Universitas Halu Oleo yang juga kader IMM, tertembak saat mengikuti unjuk rasa menolak RUU kontroversial. Randi diduga tewas tertembak saat unjuk rasa di Kendari, Sulawesi Tenggara. Ada luka tembak di bagian dada mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Halu Oleo itu.
Dilansir dari detik.com, Tim Medis RS Ismoyo, Sersan Mayor Salam SR, mengatakan sekitar pukul 15.00 Wita, Randi dibawa oleh sejumlah rekannya ke Unit Gawat Darurat RS Dokter Ismoyo dalan keadaan kritis. Namun nahas, nyawa Randi tidak tertolong oleh gabungan tim dokter spesialis bedah, anestesi, dan dokter umum. (Red)















Add Comment