Lampung Tengah News

Dua Hari Hingga Malam Muslimah Kandas Berjuang Demi Dapatkan PKH

Muslimah dan Prayitno warga Fajar Bulan Kecamatan Gunung Sugih keluarga miskin yang tak dapat bantuan PKH. (Mozes)

LAMPUNG TENGAH – Perjuangan Hidup  Muslimah dan Prayitno Warga Lampung Tengah ini seperti diibaratkan rumput tumbuh di padang krikil.  Pasangan warga  Kampung Fajarbulan, Kecamatan Gunungsugih, Lampung Tengah (Lamteng) tersebut, terbilang miskin namun belum mendapatkan fasilitas dari Pemerintah setempat berupa Program Keluarga Harapan (PKH) di kabupaten setempat.

Perjuangan demi mendapatkan bantuan tersebut pun dimulainya dengan mendatangi Dinas Sosial Lamteng. Bahkan, pada, Rabu (17/10/2019) ia pun rela menunggu di depan rumah Sekretaris Kampung Fajar Bulan yang akrab disapa Ganda hingga pukul 20.00 WIB.

Dimana sebelum sampai di rumah Sekretaris Kampung Fajar Bulan, Muslimah terlebih dahulu singgah dikediaman Kepala Kampung (Kakam) Fajarbulan yaitu Kasir. Namun, usaha dititik awal yaitu di rumah Kakam Fajarbulan Kasir tidak membuahkan hasil.

Dimana istrinya melemparkan tugas tanggung jawab suaminya sebagai pimpinan di wilayah setempat kepada sekretaris kampung. Muslimah memiliki seorang suami bernama Prayitno (51), kondisinya kini  kerapk sakit dan dianugrahi 4 (empat) orang anak. Sementara anak bungsu mereka kini masih duduk di bangku kelas II Sekolah Dasar (SD).

Nasib kurang beruntung pasangan Prayitno dan Muslimah ini adalah cermin potret kehidupan yang butuh sentuhan Pemerintah. Tentu keluarga ini sangat  berharap sekali mendapat bantuan PKH seperti keluarga miskin lainnya, namun apa daya mereka tidak paham apa yang harus mereka lakukan demi mendapatkan bantuan tersebut.

“Saya nggak tau caranya mas. Jadi, saya sampai sekarang belum mengajukan bantuan PKH ini,” katanya, Kamis (17/10/2019).

Dengan Muslimah letih, Muslimah menjelaskan bahwa dirinya saat ini menjadi tulang punggung keluarga. Sebab, suaminya tak mampu lagi mencari sesuap nasi lantaran sering sakit.

“Kasihan suami saya sering sakit-sakitan. Sekarang ini, saya yang jadi tulang punggung keluarga,” keluhnya kepada tabikpun.com.

Usaha Sekubal ( makanan terbuat dari ketan), lanjut Muslimah, menjadi penyambung hidup keluarganya. Dimana keuntungan yang didapat dirasakan sangat jauh demi memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari.

“Usaha sekubal ini sampai mana mas. Mungkin mas bisa ngecek keuntungannya,” kata Muslimah.

Muslimah mengaku akan berjuang untuk keluarganya agar mendapat bantuan PKH ini.

“Saya sangat mengharapkan bantuan PKH ini. Saya juga mohon kepada Pak Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto agar dipermudah pengajuan untuk keluarga saya. Sekali lagi saya mohon,” harapnya lagi.

Sementara itu, guna mengkonfirmasi keluhan warga tersebut, Andi selaku Camat Gunungsugih saat dihubungi  melalui sambungan telepon selulernya tidak bisa dihubungi. (Mozes)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: