LAMPUNG TENGAH – Serangan Demam Berdarah Dengue (DBD) makin merebak di Lampung Tengah (Lamteng). Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat terjadi peningkatan warga terjangkit hingga 150 persen di banding tahun lalu.
Hingga Maret 2020, sebanyak 402 orang terjangkit DBD, dan lima diantaranya meninggal dunia. Kadiskes Lamteng, dr. Otniel Sriwidiatmoko, MM., menerangkan, pada Januari 213 orang positif DBD, sedangkan pada Februari bertambah 189 orang.
“Jadi totalnya sudah 402 orang positif DBD, dan kasus yang meninggal itu lima orang,” kata ditemui di ruang kerjanya, Kamis (5/3/2020).
Menurutnya, jumlah tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya, hal tersebut menjadi perhatian khusus Pemkab Lamteng melalui Dinkes untuk meningkatkan status.
“Nanti akan kami laporkan kepada Bupati, karena untuk menentukan status Kejadian Luar Biasa (KLB) ada 7 kriteria. Tapi salah satu kriteria sudah memenuhi, jadi akan ditingkatkan status menjadi KLB di Lamteng,” jelasnya.
Untuk menetapkan status, lanjut dia, Dinkes harus melihat kondisi di lapangan, apakah terjadi peningkatan penderita DBD. “Untuk tahun kasus DBD meningkat hampir 200 persen untuk kematian, karena tahun lalu dua orang meninggal dunia, tahun ini sudah lima orang per bulan Maret ini,” ungkapnya.
Ia mengaku, pihaknya dan perangkat daerah telah gencar berupaya menanggulangi penyebaran DBD. Seperti menyosialisasikan Menguras, Mengubur, dan Menutup (3M) plus.
“Puskesmas sudah kita gerakkan untuk menyosialisasikan 3M plus. Untuk korban meninggal di lingkungan 5B, kami sudah berupaya maksimal seperti sosialisasi 3M plus dan fogging di daerah tersebut, karena kemungkinan jentik-jentik nyamuk masih ada yang hidup dan berkembang,” ucapnya.
Terpisah, Kepala Lingkungan 5B, Gg Waway Yukum Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar Kaisar kecewa dengan Dinkes yang terkesan tidak peduli.
“Tolong lah bapak Bupati dan Kepala Dinas Kesehatan, coba dikontrol lebih dahulu. Karena apa, kami di bawah ini lapor tidak ada tanggapan,” sebutnya.
Menurutnya, DBD yang merenggut nyawa warganya memunculkan persepsi pamong tidak peduli. Hal tersebut akibat tidak adanya tindakan dari dinas terkait. Diketahui, Amel (13) putri pasangan Iskandar dan Imelda beberapa waktu lalu berpulang diduga akibat DBD. (Mozes)















Add Comment