WAY KANAN- Penyebaran corono virus covid-19 kian mengkhawatirkan. Pasalnya, setelah 2 orang warga way kanan dinyatakan positif suspect covid-19 oleh dinas kesehatan Provinsi Lampung, namun disisi lain, salah seorang terduga pasien tersebut tertangkap kamera sedang berada di samsat setempat pada 13 April kemarin.
Padahal, sebelumnya kedua warga yang dinyatakan positif covid-19 itu diminta untuk menjalani isolasi mandiri selama 14 hari setelah pulang dari kabupaten gowa sulawesi selatan bersama 8 kerabatnya. Namun faktanya berbeda, himbauan pemerintah terkait isolasi mandiri diduga diabaikan oleh sang pasien.
Atas beredarnya foto tersebut, Fito Aliestiadi selaku ketua organisasi wartawan menyoal kinerja tim gugus tugas way kanan yang terkesan sepele terhadap bahaya penyebaran virus corona di bumi ramik ragom itu.
“Apa kerjanya Tim gugus tugas itu terkait penyebaran virus corona di way kanan, jalankan tugas sesuai SOP dan jangan terkesan menyepelekan kami sebagai warga saat ini sudah cemas dan panik,” terangnya.
Menurutnya, pengawasan terhadap warga status OTG dan ODP juga dinilai lemah. Harusnya dikarantina selama 14 hari dan tidak keluar rumah, diberikan vitamin dan asupan gizi yang cukup.
“Mana pengawasannya terhadap warga status OTG dan ODP, kalau menjalani isolasi mandiri tolong di awasi 24 jam guna memastikan tidak keluar rumah, nah sekarang fotonya beredar dimana mana kalau si pasien yang positif itu membayar pajak di samsat minggu kemarin, ini fakta bahwa pemerintah tidak serius,” tegasnya.
Ruang isolasi pun turut disorot, mengingat way kanan tidak tersedia fasilitas tersebut. Dalam SOP, status OTG harus menjalani isolasi di ruangan khusus.
“Harapan saya pemerintah segera siapkan tempat isolasi, jangan biarkan warga status OTG menjalani isolasi mandiri, dan jangan sampai way kanan menjadi lahan subur tempat pertumbuhan virus corona,” tutupnya.
( Dian)















Add Comment