News Way Kanan

Pemerintah Kampung Tanjung Raja Sakti Isolasi Dua Pemudik Saat Pandemi

Suasana ruang isolasi yang dijaga ketat oleh relawan dan aparatur kampung setempat. (Dian)

WAY KANAN – Dua warga Kampung Tanjung Raja Sakti, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan harus menjalani isolasi selama 14 setelah nekat mudik saat pandemi.

Warga berinisial AD dan LA, menjalani isolasi di ruang SD yang telah disiapkan pemerintah kampung. Kepala Kampung Tanjung Raja Sakti, Yanmintarsih menerangkan, keduanya datang dari Jakarta, Kamis 7 Mei 2020 sekitar pukul 19.00 WIB, naik travel dari Bandar Jaya, Lampung Tengah.

“Kami sudah komunikasi dengan dua warga ini sebelum mereka mudik, kesepakatanya kalau mereka nekat mudik harus mau diisolasi selama 14 hari. Mengingat mereka datang dari zona merah. Saat ini kami sudah menyiapkan delapan bilik,” ungkapnya, Sabtu (9/5/2020).

Memastikan warga yang menjalani isolasi tidak keluyuran, ruang isolasi dijaga ketat oleh relawan kampung, dengan melibatkan masyarakat dan linmas setempat. Aktifnya warga ini menurutnya wujud kesadaran warga terhadap bahaya Covid-19.

“Warga ikut jaga selama 24 jam dibagi 3 shif. Selain itu kami juga didukung oleh bidan desa yang setiap waktu mengecek kondisi warga kami ini. Kami juga menerapkan pola hidup sehat, seperti olahraga dan berjemur selama 15 menit di pagi hari. Kami juga menjamin semua kebutuhan mereka selama isolasi,” jelasnya.

AD (21) yang bekerja sebagai security di Jakarta mengaku terpaksa pulang kampung karena tidak lagi bekerja diperantauan. Untuk lolos dari pemeriksaan, dirinya mengaku harus menumpang fuso dengan cara berpindah-pindah.

“Dari Jakarta saya naik fuso tujuan ke Lampung, karena mobil yang ditumpangi tidak sampai di kampung, Saya pindah lagi ke mobil lain. Sampai di Bandar Jaya saya naik travel dan lewat dari pemeriksaan di perbatasan kabupaten. Alhamdulillah nyampe juga di Kampung,” bebernya.

Senada diutarakan LA (21) yang bekerja di perusahaan tekstil di Jakarta, ia memutuskan mudik karena telah di-PHK. Untuk sampai ke kampung halaman ia pun harus berjuang keras.

“Kami berdua ketemu di Bandar Jaya saat akan naik mobil travel tujuan ke Way Kanan. Sama seperti AD, saya pun harus menumpang di mobil truk agar bisa lolos dari pemeriksaan di pelabuhan,” tutupnya. (Dian)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: