Metro News

Amrulloh: Kredibilitas Pansel PTP Diragukan

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Metro didampingi istrinya saat Rapat Paripurna HUT Kota Metro. (Adi)

METRO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro pertanyakan kredibilitas panitia seleksi (pansel) pimpinan tinggi pratama Pemerintah Kota Metro. Bagaimana tidak, nilai seleksi berkas yang diraih begitu timpang yang diperoleh para pejabat asli Kota Metro.

Hal itu dikatakan Sekretaris Komisi I DPRD Metro, Amrulloh, ketika melihat hasil seleksi berkas para calon pejabat yang ikut dalam lelang jabatan untuk mengisi lima jabatan tinggi pratama di Kota Metro yang saat ini kosong.

Dari pengumuman pansel nomor: 7/Pansel-JPT/XII/2021 tentang Hasil Seleksi Administrasi dan Rekam Jejak Dalam Rangka Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pemimpin Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kota Metro, terlihat terlalu jauh nilai yang diperoleh para lulusan STPDN yang ikut dalam lelang jabatan.

“Contoh, seperti lelang jabatan untuk calon Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Metro. Di antaranya ada Dr. (Can) Anang Risgiyanto, SKM., M.Kes. dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan dengan nilai 90. Itu mengungguli tiga pesaingnya Triana Aprisia, S.STP., M.IP dari Kepala Bagian Pemerintahan Setda Metro yang hanya mendapat nilai 70,” paparnya dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (21/12/2021).

Selanjutnya Deny Sanjaya, S.T., M.T berasal dari Sekretaris Dinas PM dan PTSP Metro dengan nilai 70. Serta Yulia Candra Sari, S.STP., M.M yang mendapat nilai 55. Menurut Amrulloh, dari hasil tersebut sama saja menganggap rendah STPDN yang notabenenya belajar dan memahami tentang pemerintahan.

“Kredibilitas penilaian di sini diragukan. karena yang belajar umum aja pintar mengenai materi yang diujikan, masa yang memang khusus belajar tentang pemerintahan mengenai terpaut terlalu jauh nilainya,” jelasnya.

“Logika paling sederhana, mereka belajar di sekolah secara khusus, kalau penilaiannya teramat jauh inikan meragukan,” sambung mantan aktivis HMI itu.

Pria yang kerap disapa Iloh itu juga menyayangkan , tidak adanya peserta yang berasal dari BAPPEDA Kota Metro yang notabene lebih mengetahui tentang Kota Metro seutuhnya. Karenanya menurutnya, ini merupakan indikasi dari gagalnya kaderisasi yang dilakukan oleh pemimpin sebelumnya.

“Dari internal Bappeda sendiri tidak ada. Kan yang paling pinter pasti dari Bappeda itu sendiri, yang lebih paham, dan memang berkarir di sana, yang lebih banyak belajar duluan di sana mengenai perencanaan di daerah Metro ini. Idealnya pasti lebih pinter, tapi kalo tidak lebih pinter artinya kepala Bappeda sebelumnya dalam melakukan kaderisasi terjadi hal-hal yang tidak ideal,” bebernya.

Menurutnya, nama-nama yang ada pada tim pansel ini meragukan. “Komitmen moralnya dipertanyakan. Siapa pun namanya, ini meragukan,” tegas Iloh.

“Jika yang pinter tidak dipakai. Malah yang dipake yang belajar dulu supaya pintar, dan mungkin harus belajar lama supaya bisa, maka yang terhambat adalah kepentingan masyarakat. Yang rugikan masyarakat, gara-gara asal-asalan dalam rekrutmen. Maka yang memang paham dan di bidangnya yang harus dipakai. Karena kalau tidak diserahkan kepada bukan ahlinya, tunggu saja kehancurannya. Begitu kan rumusannya,” jabarnya.

Iloh juga ingin membuktikan komitmen kepala daerah mengenai prioritas calon dari Metro. Menurutnya, paling masuk akal, sebab calon dari Metro tanpa perlu mempelajari dan tanpa proses yang terlalu jauh dan panjang, serta harus belajar tentang situasi-kondisi di Kota Metro.

“Komitmen dari kepala daerah beberapa waktu yang lalu itu akan memprioritaskan yang dari Metro. Ini juga salah satu bentuk pembuktian bahwa rumor yang berkembang beberapa waktu lalu akan merekrut dari Metro itu terbukti. Bahkan nama yang dimunculkan itu dapat dibantahkan ketika tidak terjadi seperti rumor yang berkembang. Seperti rumor di Bappeda, sudah lima bulan lalu beredar bahwa akan ada nama yang keluar berasal dari luar Kota Metro, dan hari ini baiknya Wali Kota membuktikan bahwa rumor itu tidak benar dan memang komitmennya jelas dari enam bulan lalu, bahwa akan memprioritaskan kader potensial dari OPD di Kota Metro,” pungkasnya (Adi)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: