Lampung Utara- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Lampung Utara, menduduki ruang paripurna DPRD kabupaten setempat, Kamis 14 April 2022. Mahasiswa kesal lantaran mereka tidak ada satu pun wakil rakyat yang menyambut kehadiran mereka guna menyampaikan aspirasi.
Sebelum berhasil masuk, ratusan mahasiswa sempat dihadang oleh petugas kepolisian yang mengawal jalannya unjukrasa. Polisi terpaksa mempersilakan massa masuk ke ruang paripurna untuk menghindari adanya benturan.
Koordinator Aliansi Masyarakat Lampung Utara, M Fajar Santoso berorasi membacakan tuntutan di podium yang biasanya dipakai para wakil rakyat di ruang sidang sekitar 30 menit, namun sayang aspiras tuntutan mereka tidak didengarkan para anggota Dewan karena tidak ada di tempat. Sedangkan kursi -kursi anggota dewan diduduki oleh mahasiwa karena kosong.

Kepala sub bagian hubungan masyarakat dan Protokol DPRD Lampung Utara, Rahadian Aksa mengatakan, seluruh pimpinan dan anggota Dewan sedang hearing dengan Pemkab di luar gedung.
Fajar mengatakan, mereka tidak puas dan akan kembali hadir pada Senin depan sampai aspirasi mereka diterima para wakil rakyat Lampung Utara.
Diketahui, Unjuk rasa Aliansi Masyarakat Lampung Utara mengawiali aksi sejak pukul 08.00 WIB dari Kantor Pemda, lalu di seputaran Tugu Payan dan berakhir di gedung DPRD setempat pada pukul 12. 00 WIB.
Adapun aspirasi yang mereka tuntut yakni menolak kenaikan harga BBM yang tidak pro rakyat, kenaikan pajak, minyak goreng, harga bahan pokok, dan meminta Pemerintah menindak tegas pencetus penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan Jokowi.
( Adi/ Yono)















Add Comment