Lampung Utara- Seorang warga Dusun Bunut, Desa Sinarjaya, Tanjungraja, Lampung Utara, tewas di tangan kakak iparnya, pada Sabtu ( 01/4). Korban ditemukan sudah tak bernyawa di kebun Kopi. Dugaan sementara, dipicu oleh sengketa jalan setapak.
Pristiwa itu menggegerkan warga Desa Sinarjaya, Tanjungraja. Beberapa petani yang hendak ke kebun menemukan Siswanto berusia 35 tahun tergeletak bersimbah darah dengan luka sayat dibagian perut, pinggang, dada, dan tulang iga.

Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian dalam singlet dan Celana terening berwarna merah serta memakai topi coklat. Dari tempat kejadian polisi mengamankan barang bukti sarung pisau garpu, sementara dari tangan tersangka, pertugas mendapati sendal, pisau, baju, serta jaket yang dikenakan saat menghabisi nyawa korban.
Awaludin ( 45), yang tak lain terduga pelaku menyerahkanampung Utara- Seorang warga Dusun Bunut, Desa Sinarjaya, Tanjungraja, Lampung Utara, tewas di tangan kakak iparnya, pada Sabtu ( 01/4). Korban ditemukan sudah tak bernyawa di kebun Kopi. Dugaan sementara, dipicu oleh sengketa jalan setapak.
Pristiwa itu menggegerkan warga Desa Sinarjaya, Tanjungraja. Beberapa petani yang hendak ke kebun menemukan Siswanto berusia 35 tahun tergeletak bersimbah darah dengan luka sayat dibagian perut, pinggang, dada, dan tulang iga.
Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian dalam singlet dan Celana terening berwarna merah serta memakai topi coklat. Dari tempat kejadian polisi mengamankan barang bukti sarung pisau garpu, sementara dari tangan tersangka, pertugas mendapati sendal, pisau, baju, serta jaket yang dikenakan saat menghabisi nyawa korban.
Awaludin ( 45), yang tak lain terduga pelaku menyerahkan diri ke Polres Lampung Utara dikawal dengan Kapolsek dan jajaran anggota Satreskrim. Di hadapan penyidik, tersangka mengaku membela diri, lantaran korban mencekik dan menodongkan pisau ke dirinya. Ia pun langsung melakukan pelawanan hingga korban tersungkur dan merenggang nyawa di tempat pertikaian.
KBO Satreskrim Polres Lampung Utara, Ipda Djoko Susilo, Minggu 2 April 2023, menjelaskan, kejadian itu bermula lantaran dendam lama yang diduga soal jalan batas tanah yang kerap dilewatin tersangka. Menurut pengakuan tersangka, korban menunggu dirinya saat jalan ke kebun sendiri, mendapatkan kesempatan, ia mendatanginya dan bertikai hingga keribuatan tak terhindarkan.
Usai insiden berdarah itu, tersangka sempat melarikan diri ke Banjit Way kanan, namun kemudian Awaludin menyerahkan diri untuk menanggungjawab perbuatannya. ( Adi)















Add Comment