Metro News

Perempuan PGRI Komitmen Pertajam Literasi Peserta Didik SD di Kota Metro

Bunda Literasi Kota Metro, dr. Silfia Naharani Wahdi bersama Kepala Disdikbud Kota Metro, Suwandi serta jajaran pengurus perempuan PGRI Kota setempat saat membuka kegiatan penguatan literasi melalui kegiatan mendongeng dan pengukuhan duta literasi SD se-Kota Metro. (Ist)

METRO – Perempuan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Metro berkomitmen mempertajam literasi bagi peserta didik tingkat Sekolah Dasar (SD). Komitmen tersebut menyusul telah didapuknya Kota Metro menjadi kota dengan predikat literasi tertinggi di Lampung.

“Bicara literasi, literasi baca, tulis dan numerasi menjadi pijakan dasar dan penting untuk senantiasa dilakukan penguatannya. Karena Metro sebagai Kota Pendidikan dan literasi telah menempati peringkat pertama se-Lampung pada rapat Pendidikan Kota Metro dengan capaian tingkat literasi terbaik yaitu sebesar 80 persen,” beber Ketua Perempuan PGRI Kota Metro, Atut Dwi Sartika.

Menurutnya, diperlukan beragam inovasi termasuk pemanfaatan teknologi digital dalam pelaksanaan pembelajaran kurikulum merdeka di tingkat sekolah dasar.

“Namun kami tetap tidak boleh lengah dan banyak berpangku tangan karena mengingat masih adanya dampak pandemi pada murid tingkat sekolah dasar yang mengalami keterlambatan membaca dan menulis. Untuk itu perlu dilakukan kegiatan-kegiatan yang mampu mencegah penyebarluasan dampak kelanjutan dari pandemi atau learning loss,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Literasi Kota Metro, dr. Silfia Naharani Wahdi mengatakan, tenaga pendidik di tingkat sekolah dasar tidak perlu takut untuk berinovasi dengan memanfaatkan teknologi.

“Sekarang ini kan kurikulum merdeka jadi masih ada beberapa guru yang mungkin takut, padahal sesuatu yang baru itu memang tidak mudah. Tetapi tidak perlu ditakutkan, bagaimana sekarang ini kan bukan sekedar guru mengajarkan tapi bagaimana dinamika kelompok itu bisa dilakukan di sekolah-sekolah,” ujarnya.

“Kalau untuk sekarang ini smartphone menjadi idola ya, dan pasti akan menjadi hal-hal yang mudah dan efektif. Semua anak-anak sekarang rata-rata punya HP lah begitu, tapi untuk membeli buku dan lain-lain mereka akan agak sulit. Tapi dengan HP itu diharapkan mereka bisa memanfaatkannya untuk membaca,” imbuhnya.

Silfia menilai, literasi digital dapat diterapkan dengan pendampingan guru di sekolah. Sehingga output yang dihasilkan dari pemanfaatan smartphone untuk pembelajaran tersebut dapat efektif dan positif.

“Dalam hal ini tidak hanya sekedar pendidikan saja ya, jadi sangat efektif itu. Tapi tentunya dengan pendampingan, jadi konsepnya konsep positif. Harus ada pendampingan yang baik jadi ada istilahnya diseleksi, Jadi diseleksi itu adalah keterlambatan si anak dalam membaca. Selain guru, peran orang tua juga sangat penting, dan guru-guru harus memahami orang tua karena kondisinya berbeda-beda,” kata dia.

Wanita yang juga merupakan Ketua PKK Kota Metro tersebut mengaku akan terus berupaya dalam mempertahankan prestasi Kota Metro sebagai Kota dengan literasi tertinggi di Provinsi Lampung.

“Upaya untuk mempertahankan capaian literasi di Kota Metro itu bergeraknya bersama-sama gerakan literasi masyarakat, dan adanya bunda literasi sampai ke tingkat kelurahan itu bukan hanya sekedar menyandangnya tapi bagaimana mereka juga bisa melakukan pendekatan kepada masyarakat karena literasi itu banyak sekali,” tutupnya. (Rls)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: