METRO – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) kembali sukses menyelenggarakan Pasar Tani Agroceria di halaman dinas setempat. Kegiatan ini, kali kedua digelar tahun 2024, tercatat ada peningkatan antusiasme yang signifikan dari pengunjung sebelumnya.
Muhammad Asrongi, Ketua Paguyuban Pasar Tani Agroceria Kota Metro mengatakan, kegiatan pertama di tahun ini berhasil meraih omset transaksi sebesar 46 juta rupiah, melibatkan 36 pelaku usaha. Asrongi juga memaparkan bahwa progres kegiatan ini terus meningkat, dengan omset tahun 2022 mencapai 580 juta rupiah dan lonjakan menjadi 1 miliar 217 juta rupiah pada tahun 2023.
Menariknya, kesuksesan ini tidak terlepas dari dukungan luar biasa dan kepedulian masyarakat Kota Metro terhadap para pelaku usaha di sana. Asrongi menyoroti peran Kelompok Wanita Tani (KWT) yang menjual sayur-mayur hasil produksi mereka langsung kepada konsumen.
“Dengan model ini, pembeli mendapatkan produk segar langsung dari petani dengan harga lebih terjangkau. Contohnya, saat harga cabai melonjak hingga 100 ribu rupiah, di Pasar Argoceria kami mampu menjualnya dengan harga 70 sampai 75 ribu rupiah,” ungkap Asrongi kepada wartawan, Jumat (2/2/2024).
Ketua Paguyuban Pasar Tani Agroceria Kota Metro berharap agar masyarakat semakin banyak yang berpartisipasi dalam kegiatan ini di tahun 2024. Asrongi menekankan bahwa perputaran ekonomi pelaku usaha dan pelaku utama di bidang pertanian di Kota Metro terjadi dengan cepat, menciptakan dampak positif yang dirasakan oleh semua pihak. (Mahfi)















Add Comment