www.tabikpun.com, Metro – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Metro meminta Walikota Metro Achmad Pairin jangan hanya mampu menanggapi tuntutan mahasiswa dengan ucapan saja melainkan harus dapat dipertanggungjawabkan.
”Kita sudah dengar jawaban Walikota Metro pak Pairin dan Wakil Walikota pak Djohan, kami harapkan ucapan keduanya bisa dipertanggungjawabkan. Kapan saja kami siap diundang untuk diskusi perencanaan pembangunan Kota Metro,” tegas Ketua HMI cabang Kota Metro M Rozhi Fauzi, Jumat (28/10).
Dalam unjuk rasa yang digelar HMI, mahasiswa meminta usut tuntas dan menghentikan transaksional jabatan di Pemkot Metro. Pasalnya belum lama ini Sekretaris DPRD Metro yang baru saja diangkat adalah adik kandung walikota.
“Kemarin baru saja diangkat sekretaris DPRD Metro yang tidak secara proporsional dan profesional. Pengangkatan tidak proporsional dan profesional karena yang bersangkutan merupakan adik kandung dari Wali Kota atau pemegang kebijakan tertinggi di Bumi Sai Wawai. Dan juga berasal dari luar Metro,” ulas Rozhi.
HMI pun menyoroti kebijakan pembangunan Pemkot Metro saat ini yang ingin menjadikan sebagai kota wisata sangat kontraproduktif dengan upaya dan cita-cita awal menciptakan kota pendidikan. Selain itu, HMI Metro juga mempersoalkan menjamurnya toko modern (retail) di Bumi Sai Wawai. Sehingga menggerus dan mematikan pedagang-pedagang kecil.
“Bukan soal potensi atau setuju tidak setuju. Tapi selesaikan kan dulu misi menjadikan kota pendidikan. Baru beralih ke potensi lain. Bukan membuat arah kebijakan semakin tidak jelas,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu Walikota Metro Achmad Pairin menginstruksikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Metro Herjuno menerangkannya. Menurut Herjuno, proses pengangkatan Sekretaris DPRD telah melalui mekanisme. Pemkot Metro membentuk panitia seleksi.
“Jadi memang jabatan Sekwan kosong. Karena pejabat lama telah mengungurkan diri. Sehingga harus diisi. Dan ada 7 orang yang mengikuti seleksi. Serta ada assesment di Polda Lampung,” terangnya.
Wakil Wali Kota Metro Djohan mengaku, terkait visi misi sebagai kota wisata bukan berarti melupakan pendidikan. Misi wisata akan dihidupkan terlebih dahulu karena Metro tidak memiliki destinasi wisata.
“Kita enggak ada laut. Misal kita buat water boom. Nah, terkait UMKM, saya kemarin baru menghadiri kerjasama usaha kecil, menengah, dan besar. Supaya usaha kecil bisa memasarkan produk dibantu usaha besar,” imbuhnya.
Sementara Wali Kota Metro Achmad Pairin menambahkan, pemkot mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun Bumi Sai Wawai. “Nanti kita akan undang HMI untuk turut memberi usulan dalam musrenbang, yang menyusun kebijakan arah pembangunan,” tuntasnya.(ga)















Add Comment