LAMTENG–Guru seharunya memberikan contoh dan mendidik yang baik kepada siswa didiknya tak terkecuali dimulai dari ucapan. Tut Wuri Handayani, slogan ini mungkin sudah dilupakan seorang oknum Guru Sekolah Dasar negeri Di Lampung Tengah.
Akibat perkataanya yang diduga kasar dan tidak terpuji kepada anak muridnya, sejumlah walimurid SDN 1 Komering Agung Lamteng tersebut menyesalkan ucapan Guru yang berinisial “B” tersebut hingga meminta kepada Dinas terkait untuk bersikap dan mengambil tindakan tegas.
Menurut keterangan Syahrul Nurhag, orang tua dari Ridho Asbullah murid kelas V SDN I Komering Agung, upacapan kasar dan tak terpuji oknum guru tersebut dilontarkan kepada anaknya bermula ada peristiwa perkelahian yang dilakukan siswa kelas V dan kelas VI disekolah tersebut pada waktu jam istirahat sekira pukul 09:30 WIB, Kamis kemarin (23/2/2017).
“Setelah dikeroyok anak saya pulang dan mengadu kepada saya. Dengar aduan saya langsung ke sekolah menanyakan masalah tersebut kepada gurunya yang berinisial “B”. Sesampainya disekolah bukan mendapatkan solusi dari persoalan ini, malah guru itu melontarkan bahasa tidak terpuji “binatang kamu semua” ucap Betty yang ditirukan Syahrul.
“Bahkan oknum guru ini sempat menantang saat saya ingin menanyakan hal tersebut.”Bapak belum tau ya dengan saya.”ucap Betty.”Saya sangat menyayangkan perkataan kasar yang disampaikan “B” ini. Seorang guru sepertinya tidak layak berbicara seperti itu. Saya harap Dinas Pendidikan segera ambil tindakan. Jika terus biarkan, maka akan berdampak kepada murid-murid yang lain.”tambahnya.
Syahrul Nurhag melanjutkan, menurutnya, tindakan oknum guru atau pendidik harusnya memiliki ahlak dan contoh tauladan yang baik, sebab guru mempunyai peran penting bagi anak-anak muridnya. Namun hal ini tidak diterapkan oleh salah satu guru yang mengajar di sekolah tersebut” keluhnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ahyat dan Syarifudin yang juga walimurid pasa sekolah tersebut, menurut mereka ucapan guru tersebut sangat disayangkan dan tidak mencerminkan sebagai tenaga pengajar.
“Guru itu merupakan panutan bagi murid-muridnya. Berikan contoh baik, bukan berkata sembarangan seperti itu. Kalau gurunya saja gak punya etika dan tata krama, bagaimana murid-murid bisa berlaku sopan. Bisa-bisa anak kami nanti melawan orang tuanya sendiri. Kami harap Dinas Pendidikan Lamteng bisa mempertimbangkan, agar masalah ini tidak berkelanjutan dan terulang lagi kedepannya.”harapnya.
Atas keluhan sejumlah walimurid itu, oknum guru yang dituding tersebut mengaku lontaran kasar itu keluar secara tidak sengaja, lantaran murid-muridnya sulit untuk di didik dan diberi tahu.
“Gimana saya gak emosi, anak-anak ini disuruh masuk sekolah tapi gak ada yang mendengar meski lonceng sudah kita bunyikan.”katanya.
Ditempat terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Teknis Keguruan (PTK) Drs. Hi. Iswansyah mendampingi Kabid PTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lamteng menyatakan, pihaknya akan mengkroscek terlebih dahulu terkait permasalahan tersebut.
“Benar kita yang membidangi masalah ini. Namun akan kita konfirmasikan dulu kepada Kepala Sekolahnya. Kalau gurunya ngomong kayak gitu, itukan gak ada etika dan sudah jelas salah. Yang pasti kami akan berikan sanksi berat jika benar terjadi.”tegasnya kepada tabikpun.com.
(Mozes)















Add Comment