Metro News

IAIN Tawarkan 73 Mahasiswa Wisuda di Agustus

www.tabikpun.com, Metro – Terbentur anggaran IAIN Jurai Siwo Kota Metro mengaku tidak dapat mengakomodir tuntutan mahasiswa yang meminta dapat segera mengikuti wisuda.

Rektor IAIN Metro Prof Ernizar memastikan semua mahasiswa dapat mengikuti wisuda. Ia menawarkan kepada 73 mahasiswa tersebut untuk mengikuti wisuda Agustus 2017 mendatang.

”Insyallah Agustus semua bisa ikut wisuda. Kenapa ada kuota, karena kita adalah perguruan negeri yang dibiayai oleh negara yang anggarannya sudah direncanakan di tahun sebelumnya. Yang tidak wisuda pasti akan mendapatkan semua haknya. Tidak perlu membayar apapun lagi. Pihak kampus akan mengirimkan surat untuk memberitahukan kepada pihak keluarga soal ini,” jelasnya saat menjawab aspirasi mahasiswa, Senin (13/3).

Wakil Ketua Rektor I Husnul Fatarib, Ph.D menambahkan, dari tiga tuntutan mahasiswa tuntutan untuk segera mengikuti wisuda tidak mungkin dapat diproses. Jika dipaksakan, lembaga tidak memiliki anggaran untuk menggelar wisuda bagi 73 mahasiswa itu di luar kuota yang telah ditetapkan.

“Ada dua opsi yang tidak mungkin kita pilih jika mengakomodir tuntutan wisuda ini. Pertama revisi anggaran yang akan lebih lama memakan waktu dan berdampak pada tertundanya wisuda kedepan. Kedua, 73 mahasiswa ini saat wisuda di dampingi 2 orang, bapak dan ibunya. Artinya 3 orang dikalikan 73 yang harus kita siapkan atributnya. Anggaranya dari mana? Kalau kita lanjutkan lembaga akan berhadapan dengan KPK,” bebernya usai demo di IAIN Kota Metro, Senin (13/3).

Solusi lain, lanjut dia, 73 mahasiswa ditawarkan untuk mengikuti wisuda pada Agustus 2017 mendatang. Dan diprioritaskan terdaftar pada wisuda tersebut.

“Jika solusi ini tidak diterima, kita kembalikan ke aturan normal. Mahasiswa dipersilahkan untuk berkompetisi secara online untuk masuk di wisuda Maret. Dan dipastikan tidak ada campur tangan panitia atau lembaga. Semua lembaga saya rasa sama seperti itu,” jelas dia.

Terkait kuota wisuda, pihaknya pun telah melakukan penghitungan sejak awal penerimaan mahasiswa baru. Seperti di 2017, IAIN menerima 1.400 mahasiswa dengan jumlah kuota wisuda 1.200 yang digelar dua kali setahun.

“Dari penerimaan mahasiswa dan jumlah kuota wisuda memang ada selisih. Tetapi banyak penyebab juga yang akhirnya menyebabkan mahasiswa ini berkurang. Seperti drop out jika sudah 14 semester tidak selesai atau hamil, atau kita sarankan pindah jika sudah semester 8 tetapi masih banyak nilai disemester bawah yang belum selesai. Atau IAIN ini pilihan kedua, karena tidak diterima dia masuk sini, namun mencoba mendaftar lagi dan masuk ke universitas pertama. Dan pergi begitu saja tanpa keterangan. Jumlahnya tidak sedikit yang seperti itu, sampai ratusan,” urainya.

Terkait tuntutan dugaan pungutan liar dan permintaan segera dibentuknya BEM, ia mengaku akan segera berkoordinasi dengan bidang terkait untuk menyelesaikan hal tersebut. Seperti meminta klarifikasi terhadap mahasiswa dan jurusan yang dikatakan telah melakukan pungli terhadap mahasiswa.

“Akan kita tanya kepada mahasiswa spesifiknya seperti apa pungli ini. Termasuk dengan jurusanya, karena itu ada ditingkat jurusan, rektorat tidak mengetahui. Jika benar tentu akan disidang kode etik. Sanksinya mulai dari pengurangan jam mengajar, atau dihentikan tunjanganya selama 1 semester. Dan saya tegaskan tidak diperkenankan jual beli buku terhadap mahasiswa,” tukasnya. (ga)

 

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: