www.tabikpun.com, Metro – Akhirnya Walikota Metro Achmad Pairin mengambil sikap atas ucapannya di media massa yang dinilai arogan oleh publik. Orang nomor satu di Bumi Sai Wawai itupun meminta maaf di depan ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Agama Islam (IAI) Agus Salim saat menggelar demonstrasi di Kantor Pemkot Metro, Jumat (26/5).
“Pak wakil telah menyampaikan kepada saya tentang apa yang terjadi di Metro. Apa yang saya sampaikan di depan media apa adanya. Saya minta maaf kalo kata-kata saya kurang berkenan diantara saudara-saudara sekalian. Pada kesempatan ini saya minta maaf pada saudara sekalian,” ucap Pairin.
Ia pun mengaku bahasa penggusuran tidak pernah terlontar dari pihak Pemkot Metro. Namun semua keputusan yang diambil pemerintah merujuk pada aturan yang berlaku.
“Satu kalimat pun kami tidak pernah berbicara di gusur ya. Tetapi semua yang namanya barang pemerintah itu ada aturannya. Kami tidak mau celaka dan dampaknya adalah ke perguruan tinggi,” kata dia.
Menurutnya, apa yang saat ini dilakukan Pemkot Metro telah sesuai dengan aturan. Pasalnya, tanah tersebut adalah milik pemerintah.
“Maka kita ikuti sesuai aturan yang ada. Karena itu tanah pemerintah. Kami tidak bisa berdiri sendiri, karena kami ada jenjang yang lebih tinggi, tingkat provinsi, BPK dan lain sebagainya. Maka semua kita bicarakan, yang paling utama adalah mahasiswa tetap kuliah, itu aja. Semua sudah dibicarakan dengan pihak yayasan, jadi kalo masalah yang lain-lain silahkan tanya dengan pihak yayasannya,” terangnya.
Sementara Wakil Wali Kota Metro Djohan menjamin proses belajar mengajar di yayasan tersebut akan tetap berlangsung.
“Tolong rektor kasih tahu mahasiswanya bahwa sekolah jalan terus, kegiatan belajar mengajar jalan terus, insyaallah. Masalah perpanjangan akan kita bicarakan nanti. Saya jamin sekarang, kalo anda muslim saya juga muslim omongan sekarang yang dipegang, sudah,” tandasnya.
Dalam demonstrasi yang digelar ratusan mahasiswa dari BEM Institut Agama Islam (IAI) Agus Salim meminta Walikota Metro memberikan kejelasan terhadap status IAI Agus Salim. “Kami ingin meminta penjelasan, yaitu sebuah penjelasan status kampus dan mahasiswa serta sekolahan yang ada di IAI Agus Salim,” terang Kordinator Lapangan dalam aksi tersebut.
Mahasiswa pun mendesak walikota memberikan kejelasan hitam di atas putih terhadap status IAI Agus Salim.
“Gimana nasib seribu mahasiswa dan pelajar 200 orang bila ini tidak ada penjelasan dari pemkot sendiri. Kami minta bukti hitam di atas putih, biar kami tidak was-was dan dapat melanjutkan pendidikan kami,” ucapnya.
Selain itu, para pengunjuk rasa juga meminta Achmad Pairin meminta maaf atas ucapannya yang dilontarkan ke media beberapa waktu lalu.”Kami minta dihadirkan walikota, untuk meminta maaf dihadapan awak media, mahasiswa, dan IAI Agus Salim sekarang,” serunya dalam orasi.(Ap)













Add Comment