Tabikpun.com – Dalam era yang serba digital saat ini, kita sering kali mengumukan konten visual di media sosial kita. Konten visual sendiri dibuat untuk banyak tujuan penting, salah satunya adalah sebagai strategi untuk memasarkan suatu produk atau jasa.
Konten visual yang berbentuk gambar atau video tentunya bertujuan untuk menarik perhatian dan mempercantik tampilan dari produk atau jasa itu sendiri. Namun selain itu konten visual juga bertujuan untuk penyampaian pesan yang lebih efektif, membangun brand awareness, dan meningkatkan engagement pada barang yang dipasarkan.
Oleh karena itu pembuatan suatu konten visual perlu dimaksimalkan dengan Teknik yang memadai. Mengingat betapa pentingnya konten visual, tentu kita perlu memiliki kemampuan untuk menciptakan konten secara efektif.
Maka dari itu artikel ini dibuat untuk memberikan pemahaman mendasar mengenai fotografi untuk menciptakan sebuah konten. Dengan pemahaman dasar yang dimiliki tentu akan lebih mudah untuk menciptakan konten yang berkualitas dan tentunya menarik.
Artikel ini mencakup dasar-dasar kamera yang penting sebagai pondasi dalam pembuatan konten. Dimana berisikan tentang pemahaman mengenai segitiga exposure, rule of third hingga teknik pengambilan gambar. Dengan memahami dasar[1]dasar kamera bukan hanya memudahkan dalam pembuatan konten tapi juga efektif dalam mencapai tujuan pemasaran Dari produk yang diiklankan.
Dasar-Dasar Fotografi
Menurut Ansel Adams fotografi lebih dari sekadar media komunikasi faktual, melainkan sebuah seni kreatif. Fotografi sebagai media berekspresi dan komunikasi yang kuat menawarkan berbagai persepsi, interpretasi, dan eksekusi yang tak terbatas.
Fotografi bukan sekadar mencatat realitas yang terlihat, melainkan cara untuk menafsirkan realitas tersebut dan mengubahnya menjadi gambar yang memikat. Sedangkan Stephen Bull mendefinisikan bahwa fotografi sebagai kegiatan melukis atau menggambar dengan memanfaatkan Cahaya.
Memahami konsep dasar fotografi dan bagaimana pengaturan kamera seperti segitiga exposure, rule of third, dan teknik lainnya akan membantu kita menghasilkan gambar yang lebih baik, sebagai berikut.
- Segitiga Eksposur Segitiga Eksposur adalah konsep dalam fotografi yang menggambarkan hubungan antara tiga elemen yaitu aperture, shutter speed, dan ISO. Ketiga elemen ini yang menentukan jumlah Cahaya yang masuk ke dalam sensor kamera.
Tiga elemen tersebut saling berkaitan, dimana perubahan pada satu elemen akan berpengaruh pada hasil gambar. Aperture adalah bukaan pada lensa yang berfungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk ke sensor kamera.
Bukaan yang lebih besar memungkinkan lebih banyak cahaya mencapai sensor. Ukuran aperture memengaruhi depth of field bukaan kecil menghasilkan area fokus yang luas, sementara bukaan besar menghasilkan area fokus yang sempit. Aperture dinyatakan dalam bentuk f contohnya, f/1.4, f/2.0.
Shutter speed adalah durasi cahaya yang masuk ke dalam sensor kamera. Shutter speed yang lebih lama memungkinkan lebih banyak cahaya masuk, menghasilkan foto yang lebih terang.
Diukur dalam detik atau pecahan detik contohnya, 1/250s, 1/2s, shutter speed yang lebih cepat dapat memberhentikan atau membekukan gerakan, sementara shutter speed yang lebih lambat dapat menciptakan motion blur. ISO mengukur sensitivitas sensor kamera terhadap cahaya.
ISO rendah menghasilkan gambar yang lebih gelap, sedangkan ISO tinggi menghasilkan gambar yang lebih terang. Dalam kondisi cahaya yang cukup, ISO rendah akan lebih baik karena mengurai terjadinya noise, tetapi dalam kondisi minim cahaya, ISO yang lebih tinggi akan diperlukan. Meningkatkan ISO juga dapat memungkinkan shutter speed yang lebih cepat tanpa mengubah aperture.
- Rule of third Rule of third adalah panduan dasar dalam fotografi yang meningkatkan komposisi dengan membagi gambar menjadi sembilan bagian yang sama menggunakan dua garis horizontal dan dua garis vertikal. Tujuannya adalah untuk menempatkan elemen-elemen kunci di sepanjang garis-garis ini atau di persimpangannya, menciptakan foto yang lebih seimbang dan menarik secara visual.
Menempatkan subjek pada titik-titik tertentu dapat menarik perhatian audiends dan memberikan penekanan pada gambar yang di ambil. Meskipun rule of third penting terutama bagi pemula, tetapi ini bukanlah aturan yang kaku dan dapat dilanggar untuk menciptakan gambar yang menarik menggunakan teknik komposisi lainnya. Berikut adalah fungsi dari rule of thirds.
- Menempatkan elemen utama, dengan membagi gambar menjadi sembilan bagian sejajar. Subjek utrama dapat di letakan pada titik persimpangan.
- Garis pemandu, yaitu garis horizontal dan vertikal yang dihasilkan dari pembagian gambar menjadi tiga bagian dapat digunakan sebagai panduan untuk mengatur elemen-elemen dalam foto.
- Menciptakan dinamika, seperti menempatkan subjek utama di sepanjang salah satu garis sepertiga, dapat menambahkan daya tarik visual pada gambar. contohnya, dalam potret, memposisikan subjek di garis sepertiga memungkinkan adanya ruang kosong yang mengarahkan mata audiens untuk melihat latar belakang gambar.
- Menciptakan keseimbangan pada gambar, dengan menerapkan rule of thirds, keseimbangan visual dalam komposisi pada gambar yang diambil akan meningkat. Contohnya, menempatkan subjek utama ditengah akan memberikan perhatian lebih audiens pada subjek yang ditujukan.
Teknik Pengambilan Gambar
Dalam pengambilan gambar terdapat pemilihan shot dan angel yang menjadi keputusan penting yang sangat mempengaruhi hasil dari gambar yang diambil. Jenis shot menentukan seberapa dekat atau jauh subjek diambil, sementara angle memberikan perspektif yang berbeda yang dapat memengaruhi emosi dari gambar yang kita ambil. Memahami kedua elemen ini akan membantu fotografer menciptakan gambar yang memiliki makna lebih.
- Jenis Shot
- Extreme Wide Shot, menampilkan area yang sangat luas, sering kali dengan subjek utama tampak kecil. EWS digunakan untuk menunjukkan lingkungan sekitar subjek dan menciptakan kesan ruang yang luas. Teknik ini cocok untuk mengambil latar pemandangan.
- Long Shot, menampilkan seluruh tubuh subjek tanpa terpotong frame, dengan jarak di atas dan di bawah subjek. Fokus pada ekspresi dan aktivitas subjek, serta menyampaikan interaksi antara subjek dengan area di sekitarnya.
- Medium Shot, menampilkan bagian pinggang hingga kepala subjek. Bertujuan untuk memberikan informasi ketika sedang diwawancarai atau saat dialog dalam film. Teknik ini memperjelas gerakan dari objek, khususnya gerakan tangan ke atas.
- Medium Close Up, menyorot bagian dada hingga kepala subjek. Bertujuan untuk menampilkan emosi subjek.
- Close Up, mempertegas emosi subjek dengan menyorot bagian wajah atau kepala subjek saja. Diambil mulai bagian bawah bahu sampai kepala. Memperlihatkan detail ekspresi dan mimik seseorang. Close Up sering digunakan untuk menekankan ekspresi dari subjek yang diambil.
- Extreme Close Up, hanya fokus pada satu bagian tertentu, misalnya mata, hidung, atau bibir. Banyak digunakan untuk gambar katalog seperti produk kosmetik. Menampilkan detail objek.
- Jenis Angel
- Low Angle, dilakukan dari sudut arah bawah objek, sehingga memberikan kesan objek menjadi lebih besar.
- High Angle mengambil gambar dari sudut di atas objek, hasilnya objek akan menjadi lebih kecil. Hasil gambar yang diambil dari high angle akan menimbulkan kesan dramatis dan kesan kecil pada objek
- Eye Level, teknik dengan posisi yang sejajar dengan objek. Gambar yang dihasilkan akan menunjukkan tangkapan pandangan mata orang yang berdiri sejajar dengan objek. Ketinggian dan besar objek akan sesuai dengan subjek, maka itu teknik ini biasa disebut sebagai normal shot.
- Bird Eye, memposisikan kamera di atas ketinggian seperti sudut pandang dari burung yang sedang terbang. Gambar yang dihasilkan akan tampak menunjukkan lingkungan sekitar secara lebih luas dan benda-benda lain di sekitar objek akan tampak dalam ukuran yang lebih kecil.
- Over Shoulder dilakukan untuk dua orang, namun pengambilan gambar dilakukan dari belakang bahu salah satu orang. Angel ini biasa digunakan dalam sebuah percakapan dua orang.
- Point of View, tipe angel yang menunjukkan sesuatu dari sudut pandang subjek, dalam hal ini kamera sebagai mata subjek.
Dengan memahami penerapan teknik pengambilan gambar berdasarkan shot dan angle akan mudah menentukan fokus dan objek apa yang ingin ditangkap dalam foto, Membuat fotografer lebih mudah mendapatkan perhatian audiens. Selain itu, variasi dalam teknik shot dan angle menciptakan hasil foto yang lebih menarik, menghindari kesan monoton.
Selain itu, pemilihan teknik yang tepat memastikan pesan dalam foto tersampaikan dengan jelas kepada pemirsa. Dengan begitu audiens akan mendapatkan kesan yang menarik saat menonton konten yang dibuat.
Di era digital ini, keterampilan fotografi sangat penting untuk menciptakan konten visual yang menarik dan berkualitas tinggi untuk berbagai keperluan, termasuk pemasaran. Pemahaman dasar fotografi, seperti yang diuraikan oleh Ansel Adams dan Stephen Bull, melibatkan seni kreatif dan pemanfaatan cahaya untuk menghasilkan gambar yang menarik.
Konsep-konsep kunci seperti segitiga eksposur (aperture, shutter speed, dan ISO), rule of thirds, dan teknik pengambilan gambar (shot dan angle) memungkinkan untuk mengontrol gambar yang ingin diambil seperti fokus, komposisi, dan emosi dalam gambar. Dengan menguasai teknik-teknik ini, konten kreator dapat menghasilkan visual yang jauh lebih baik, menyampaikan pesan dengan jelas, dan menarik perhatian audiens, sehingga meningkatkan dampak pemasaran yang lebih luas.
Referensi
http://repository.unpas.ac.id/28049/4/BAB%20II.pdf
https://instiki.ac.id/2022/09/29/segitiga-exposure-3-elemen-dasar-dalam-fotografi/
https://www.kompas.com/skola/read/2021/12/15/123000069/fotografi–pengertian-tujuan[1]dan-prinsipnya
Penulis: Muhammad Firhan Annaba
NIM: J0401231122















Add Comment