Tabikpun.com – Dalam era digital saat ini, kemunculan berbagai aplikasi baru yang bertujuan menunjang kehidupan manusia bukanlah hal yang asing lagi. Seiring dengan semakin meluasnya pengetahuan dan pemahaman tentang digitalisasi, muncul istilah tampilan antarmuka pengguna (User Interface/UI) dan pengalaman pengguna (User Experience/UX). Kedua aspek ini menjadi landasan utama dalam pengembangan sebuah aplikasi, yang berperan penting dalam menentukan efektivitas dan kinerja aplikasi tersebut.
User Interface (UI) adalah tampilan visual dari sebuah aplikasi yang dapat dilihat dan diakses oleh pengguna. Sementara itu, User Experience (UX) merujuk pada pengalaman yang dirasakan pengguna saat menggunakan aplikasi, mencakup aspek kenyamanan, efisiensi, serta kesesuaian fungsi dan tampilan. UI/UX dihasilkan melalui proses desain yang dilakukan oleh seorang desainer UI/UX, yang bertanggung jawab dalam menciptakan pengalaman digital yang mudah dipahami.
Pentingnya UI/U
Pentingnya UI/UX dalam sebuah aplikasi tidak bisa diabaikan, karena berpengaruh langsung terhadap eksistensi dan popularitas aplikasi tersebut. Aplikasi dengan UI/UX yang buruk cenderung diabaikan oleh pengguna dan berisiko mendapatkan rating rendah di Google Play Store maupun App Store.
Oleh karena itu, aspek UI/UX menjadi perhatian utama bagi para pengembang atau developer, sehingga banyak dari mereka berlomba-lomba untuk menguasai bidang ini. Selain meningkatkan daya tarik aplikasi, UI/UX juga berperan penting dalam menciptakan kenyamanan bagi pengguna.
Pengguna tentu menginginkan aplikasi yang mudah digunakan, mudah diakses, bebas dari error, memiliki tata letak yang rapi, warna yang harmonis, serta visual yang menarik. Namun, masalah yang sering muncul dalam desain UI/UX adalah tata letak yang membingungkan, navigasi yang sulit, serta kombinasi warna yang tidak nyaman di mata. Keberhasilan sebuah desain UI/UX dapat diukur dari seberapa lama pengguna bertahan dalam aplikasi tersebut karena merasa nyaman dan puas dengan pengalaman yang diberikan.
Hubungan UI/UX dan Kenyamanan Pengguna
Kenyamanan pengguna sangat dipengaruhi oleh desain UI/UX yang menarik. Namun, desain yang diharapkan bukanlah yang terlalu ramai, penuh warna, atau berlebihan. Sebagian besar pengguna justru menginginkan tampilan yang sederhana, agar lebih mudah dibaca dan dipahami. Selain itu, sebagai makhluk visual, manusia cenderung lebih tertarik pada elemen gambar dan ikon dibandingkan teks yang terlalu banyak.
Oleh karena itu, penggunaan gambar dan ikon dapat meningkatkan daya tarik dan pengalaman pengguna. Tentunya, ada beberapa faktor penting yang memengaruhi desain UI/UX. Pertama, tampilan desain yang menarik.
Dalam konteks ini, menarik bukan berarti mencolok, tetapi harus nyaman di mata, mudah dipahami, serta memiliki perpaduan warna yang harmonis dan kontras yang tepat. Kerapian dan ketelitian dalam menyusun tata letak UI juga berperan besar dalam menciptakan UX yang baik. Kedua, konsep dan estetika.
Desain yang simpel memudahkan pengguna dalam menyerap informasi dari aplikasi. Semakin rumit atau kompleks tampilan suatu aplikasi, semakin kecil kemungkinan pengguna untuk menjelajahi lebih jauh. Setelah konsep ditetapkan, konsistensi dalam desain perlu dijaga agar estetika tetap terjaga.
Jika suatu aplikasi mengalami pembaruan atau peningkatan fitur, itu adalah langkah yang baik karena menunjukkan bahwa pengembang terus berinovasi. Namun, perubahan yang dilakukan sebaiknya tetap selaras dengan konsep awal agar identitas aplikasi sebagai bagian dari branding tetap terjaga.
Ketiga, responsivitas dan kecepatan. Aplikasi yang memiliki waktu respons cepat dan desain yang adaptif terhadap berbagai perangkat akan meningkatkan kenyamanan pengguna. Selain itu, penting bagi pengembang untuk memberikan informasi kepada pengguna mengenai kebutuhan koneksi internet aplikasi tersebut.
Apakah aplikasi hanya dapat digunakan secara online atau juga bisa diakses secara offline? Misalnya, jika sebuah aplikasi hanya dapat diakses dengan koneksi internet, maka saat pengguna berada dalam kondisi offline, aplikasi tersebut mungkin mengalami lag atau tidak dapat digunakan sama sekali. Jika tidak ada pemberitahuan yang jelas mengenai hal ini, pengguna bisa salah paham dan berasumsi bahwa aplikasi memiliki bug atau performa yang buruk.
Padahal, permasalahan tersebut terjadi karena ketergantungan aplikasi pada koneksi internet. Oleh karena itu, transparansi mengenai kebutuhan akses internet sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman dan meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan.
Studi Kasus Berbagai Aplikasi dengan Tampilan UI/UX-nya
Sebagai contoh nyata, Gojek merupakan aplikasi dengan desain UI yang baik, sedangkan Google unggul dalam aspek UX. Dilansir dari ID-Networkers, Gojek memiliki tampilan yang kekinian dan mudah digunakan, sehingga mempermudah pengguna dalam mengoperasikan aplikasi.
Tata letak yang rapi dan ikon yang jelas membuat pengguna dapat dengan cepat memahami fitur yang tersedia tanpa kebingungan. Sementara itu, Google dikenal sebagai aplikasi dengan UX yang optimal. Google menghadirkan tampilan halaman yang didominasi warna putih, menciptakan kesan bersih, rapi, dan tidak mengganggu fokus pengguna.
Selain itu, Google juga memiliki desain yang adaptif, memungkinkan pengguna menemukan informasi dengan cepat dan akurat. Kemampuan pencarian yang cepat dan algoritma yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna menjadikan Google sebagai salah satu contoh UX terbaik dalam dunia digital.
Salah satu contoh aplikasi yang masih memerlukan perbaikan dalam desain UI/UX adalah JKN Mobile. Dalam jurnal berjudul Measuring UX Using Usability and Heuristic Methods in JKN Mobile Application, Aziza et al. menyebutkan bahwa terdapat beberapa masalah pada aplikasi ini, di antaranya visibilitas, status sistem, serta beberapa fitur layanan yang masih perlu diperbaiki.
Salah satu permasalahan nyata yang sering dialami pengguna adalah kegagalan dalam menerima kode OTP melalui email. Pengguna juga mengeluhkan bahwa mereka harus menggunakan pulsa saat memilih metode verifikasi melalui SMS.
Selain itu, beberapa pengguna masih menghadapi error atau bug saat login maupun menjalankan beberapa perintah dalam aplikasi. Masalah-masalah ini menyebabkan JKN Mobile belum mendapatkan penilaian UX yang baik dari pengguna, karena UI yang masih kurang optimal dan memerlukan banyak improvisasi.
Faktanya, masih banyak studi kasus terkait tampilan dan pengalaman pengguna pada berbagai aplikasi, dengan beragam kualitas—mulai dari yang memberikan pengalaman optimal hingga yang masih memerlukan perbaikan. Tidak menutup kemungkinan bahwa bukan hanya aplikasi dari perusahaan besar yang dapat dinobatkan memiliki UI/UX yang baik.
Aplikasi yang dikembangkan oleh perusahaan rintisan maupun instansi pemerintah juga memiliki peluang untuk meningkatkan kualitas tampilan dan pengalaman penggunanya. Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip UI/UX secara mendalam, aplikasi dari berbagai pihak dapat terus berkembang dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi penggunanya.
Manfaat UI/UX
Dengan memahami pentingnya UI/UX, manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Berdasarkan data dari artikel ID Webhost, terdapat berbagai keuntungan yang dapat diperoleh pengembang aplikasi dengan terus mengoptimalkan UI/UX.
Pertama, UI/UX berperan dalam meningkatkan kenyamanan pengguna saat menggunakan aplikasi. Desain yang baik memungkinkan aplikasi lebih mudah diakses dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Aplikasi yang memberikan pengalaman positif akan lebih diminati karena memudahkan pengguna dalam berinteraksi serta memberikan kepuasan dalam fungsionalitasnya. Hal ini juga dapat mendorong pengguna untuk merekomendasikan aplikasi tersebut kepada orang lain.
Selanjutnya, UI/UX yang baik dapat meningkatkan retensi dan interaksi pengguna. Aplikasi dengan desain yang responsif, cepat, dan mudah digunakan akan membuat pengguna merasa betah dan kembali menggunakannya.
Pengalaman yang nyaman mendorong keterlibatan lebih dalam, sehingga pengguna lebih sering berinteraksi dengan aplikasi dan memanfaatkan fitur-fitur yang tersedia. Terakhir, UI/UX berperan dalam mengurangi keluhan serta meningkatkan kepuasan pengguna.
Pengalaman pengguna menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan sebuah aplikasi. Pengguna cenderung meninggalkan aplikasi dengan tampilan berantakan, navigasi yang membingungkan, atau sering mengalami error.
Sebaliknya, aplikasi dengan tampilan yang menarik, fitur yang mudah diakses, serta performa yang stabil akan memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan dan meningkatkan loyalitas pengguna. UI/UX memainkan peran penting dalam menciptakan kenyamanan pengguna dalam menggunakan aplikasi.
Desain yang baik tidak hanya meningkatkan pengalaman pengguna, tetapi juga mencegah kebingungan akibat tampilan yang buruk. Oleh karena itu, desainer perlu mempertimbangkan faktor-faktor seperti kemudahan penggunaan, kombinasi warna, dan kecepatan respon dalam merancang sebuah produk digital.
Bagi pengguna, memilih aplikasi dengan UI/UX yang baik dapat meningkatkan produktivitas dan kenyamanan dalam beraktivitas secara digital. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya UI/UX, diharapkan para pengembang terus berinovasi untuk menciptakan pengalaman digital yang lebih baik bagi semua orang.
Penulis: Nadia Aliya Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB















Add Comment