News Tulang Bawang

Proyek Jalan Onderlagh GSMK di Panca Mulya Bikin Geram Masyarakat

Penampakan proyek jalan onderlagh di Kampung Panca Mulya Kecamatan Banjar Baru. (Roby)

Tulang Bawang – Pemerintah Daerah Kabupaten Tulang Bawang menggelontarkan dana melalui program Gerakan Serentak Membangun Kampung (GSMK) demi mempercepat pemerataan pembangunan berbagai infrastruktur  kampung se-Tulang Bawang disoal masyarakat Kampung Panca Mulya Kecamatan Banjar Baru.

Pasalnya, program yang dilaksanakan Kelompok Masyarakat (Pokmas) untuk semaksimal mungkin dilakukan serta dapat transparan dalam penerapan anggarannya tidak terjadi di Kampung Panca Mulya. Dimana sejak awal hingga mencapai tahap finishing pembangunan di Kampung Panca Mulya serentak tidak memampangkan plang informasi pekerjaan oleh Pokmas.

Kejadian tersebut membuat geram masyarakat sekitar yang merasa telah dibohongi oleh pihak pokmas lantaran masyarakat kesulitan untuk mencari tahu darimana kucuran dana dan berapa jumlah pagu anggarannya. Hal tersebut diutarakan masyarakat sekitar yang enggan disebutkan namanya, terkait keluhanya atas pembangunan jalan onderlagh di kampung tersebut.

”Mengenai pembuatan jalan onderlagh itu kami masyarakat Kampung Panca Mulya ini sangat kesusahan untuk mengetahui kegiatan itu asalnya dari mana? Sebab dari awal dibuat hingga hampir selesai belum juga dipasang papan informasi. Katanya sih itu kegiatan GSMK kalau memang bener, kami sudah enggak heran lagi. Soalnya dari tahun – tahun sebelumnya memang sama seperti itu, bahkan kami selaku masyarakat disini tidak pernah diajak musyawarah oleh pihak pelaksananya, padahal setahu saya yang namanya anggaran pemerintah itu penerapannya harus bersifat transparan kalau seperti ini nama nya mau membohongi publik,” bebernya, Sabtu (14/10/2017).

Selaing plang, lanjut dia, teknhis penyusuna batu diduga tak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Pasalnya, batu yang telah dipasang itu susunannya banyak yang tertidur dan renggang.

”Semestinya harus berdiri dan jarak nya harus rapat-rapat. Sudah jelas hal seperti itu dilakukan oleh pihak pelaksana demi maraup  keuntungan yang lebih besar dengan cara mengurangi kubikasi batu yang digunakan,” kata dia.

Ia menambahkan, jalan onderlah itupun terkesan asal jadi, hal itu dinilai dengan minimnya pengawasan sehingga jalan onderlagh yang telah hampir selesai itu tidak memakai penguncian (berm). Hanya saja ditutupi dengan urukan tanah, bahkan sebelum dilakukan penyusunan batu itu tidak dilakukan penyiraman pasir. Dimana jika mengacu ke aturannya, harus disiram pasir supaya jalan nya bisa awet dan tahan lama.

“Kami berharap kepada Pemerintah Daerah Tulang Bawang melalui dinas terkait untuk melakukan kroscek ke lokasi kegiatan. Supaya kerjaan macam ini kalau memang banyak kejanggalan itu harus dibenahi, sesuai dengan prosedur yang semestinya,” ucapnya.

Sementara Ketua Pokmas GSMK Kampung Panca Mulya Kecamatan Banjar Baru Kabupaten Tuba Suparman mengakui, pembuatan jalan onderlagh itu adalah kegiatan Gerakan Serentak Membangun Kampung (GSMK) sepanjang 900 meter. Mengenai papan informasi (plang kegiatan) Parman beralasan plang itu sudah dibuat namun hingga saat ini entah kenapa belum jadi.

“Kalau papan informasi nya itu sudah kami buat mas, hanya saja sampai saat ini entah kenapa belum juga jadi. Lalu mengenai tekhnis penerapan penyusunan, penguncian nya yang tidak sesuai dengan juknis nya itu diakibat kan kurang nya pengawasan. Sebab pada saat penyusunan di lakukan saya sedang sakit dan nggak bisa mengawasinya,” kilahnya saat dikonfirmasi di kediamanya, Sabtu (14/10/2017).

 

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: