Metro – Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Metro menggelar Penyuluhan Pencegahan Tindak Kriminal Bagi Pelajar di Lec Kartika, Selasa (24/10/2017). Penyuluhan menghadirkan empat pemateri dan ratusan pelajar bersama guru pendamping sebagai peserta.
Pemateri diisi Kepala Kesbangpol Deddy F Ramly, S.E., Kepala Kemenag Hi. Johan Yusuf S.Ag., M.Pd.i., Kanit PPA Polres Metro Ipda Helmi Yani, dan Kepala UPT Disdikbud Provinsi Lampung Drs. Joko Santoso. Dan dibuka oleh Walikota Metro yang diwakili Asisten I Ridhuwan.

Kepala Kesbangpol Deddy F Ramly, S.E., menjelaskan, tugas Kesbangpol adalah untuk cegah dini sebuah permasalahan, salah satunya kenakalan remaja. Hal itu yang menjadi dasar diselenggarakannya penyuluhan tersebut.
”Selain itu, sebagai kota pendidikan, kita harus memberikan contoh ke daerah lain bahwa Kota Metro pelajarnya bebas dari kegiatan negatif. Karena tugas kesbangpol ini untuk mempersiapkan generasi penerus kedepan dapat menghadapi era globalisasi. Kegiatan ini juga tujuanya untuk cegah dini kenakalan remaja terjadi. Karena selain faktor narkoba, lingkungan jadi faktor kuat untuk merubah sifat seseorang,” ungkapnya.
Selain pelajar, Kesbangpol mengundang para guru untuk mendampingi agar dapat meneruskan pesan yang disampaikan pada penyuluhan tersebut. Target minimal, sambung dia, peserta yang mengikuti penyuluhan ini dapat menjadi pelopor dan menularkan pengetahuan tentang bahaya narkoba dan tindak kriminal bagi masa depan remaja.
“Antisipasi yang saya anjurkan adalah jalani kewajiban sebagai seorang remaja. Baik itu pelajar atau mahasiswa. Jalani semua pada porsinya. Batasi diri sendiri ketika menggunakan internet. Dan memperkuat diri dengan agama,” imbunya.
Kedepanya ia berharap pihak sekolah dapat menghadirkan siswa terindikasi negatif dari prilakunya untuk menjadi peserta penyuluhan. Juga diutamakan pelajar asli warga Kota Metro.
“Karena saya lihat kebanyakan anak yang memang baik. Bukan yang nakal yang datang dipenyuluhan ini. Pasti kan guru bisa melihat kan siswa mana yang bandel. Sering nongkrong di kantin merokok, bolos, atau senang berkelahi. Nah, harapan kami siswa seperti itu yang bisa dihadirkan di penyuluhan ini. Pun kami tekankan siswa asli Kota Metro,” harapnya.
Sementara Kepala Kemenag Metro Hi. Johan Yusuf S.Ag., M.Pd.i., mengatakan, remaja adalah tiang negara. Jika tiangnya keropos, maka negara Republik Indonesia akan gulung tikar.
“Karena itu saya apresiasi Kesbangpol yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Agar para remaja dapat mengetahui, belajar, dan mengingatkan apa yang dianjurkan agama dan menjauhi yang dilarang agama. Karena seluruh agama tidak pernah menghalalkan minuman keras apalagi narkoba,” ungkapnya.

Pada dasarkan semua manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah, namun diusia yang belum matang banyak sekali pelaku kriminal adalah remaja. Hal tersebut menimbulkan banyak pertanyaan siapa yang harus disalahkan.
“Yang ingin saya sampaikan adalah mari kita tanamkan rasa sayang kita terhadap sesama. Sehingga tidak sampai tega melakukan kejahatan hingga melukai sesama. Kuncinya adalah berpegang teguh kepada ajaran agama. Cari kawan itu yang bagus-bagus. Pintar, taat beragama, dan baik. Juga batasi penggunaan gadget, jangan ke luar batas. Sampai mengakses situs yang negatif. Karena kalian generasi penerus bangsa,” tukasnya. (Ga)















Add Comment