Lampung Utara – Menyikapi peristiwa bencana alam (banjir) yang terjadi disejumlah wilayah di Kabupaten Lampung Utara (Lampura), plt Bupati Sri Widodo mengintruksikan Instasi terkait untuk segera memberikan bantuan terhadap korban.
Menurut Sri Widodo, dirinya telah melakukan peninjauan langsung didaerah-daerah yang terkena banjir pada, Rabu (4/4/2018) sore. Dan selanjutnya langsung menggelar rapat bersama jajarannya.
“Selesai melihat kondisi masyarakat yang terkena musibah kita langsung menggelar rapat dan sudah saya minta pihak BPBD, Kesehatan, dinas sosial dan keuangan untuk dapat melakukan tindakan,” kata Sri Widodo, dihadapan awak media, di ruang kerjanya, Kamis (5/4/2018).
Ditambahkannya, berdasarkan laporan dari BPBD mencapai 500 kepala keluarga. Jumlah itu, menurutnya terdapat dibeberapa wilayah di Kabupaten Lampung Utara.
“Kalau untuk jumlah pastinya sedang dilakukan pendataan ulang oleh BPBD, karena laporan yang masuk berkisaran 450 sampai 500 KK,” ujarnya.
Dalam melakukan tindakan bersama instansi terkait, lanjut Sri Widodo, Pemkab setempat mulai menyalurkan bantuan kepada para korban banjir tersebut.
“Sesuai dengan motto kita bekerja cepat dan tepat serta bermanfaat. Jadi sudah saya perintahkan masing-masing dinas untuk melakukan tindakan dan menyalurkan bantuan kepada warga yang terkena musibah banjir ini,” ungkap Sri Widodo.
Bantuan yang diberikan, lanjutnya, selain berupa beras dan makanan lainnya juga akan diberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan para korban.
“Bantuan itu nantinya akan ada yang masuk dalam kategori, berat, ringan dan sedang. Untuk warga yang rumahnya hanyut itu pasti masuk di kategori berat,” kata Sri Widodo.
Untuk itu, dia telah memerintahkan BPBD melakukan pendataan ulang terhadap para korban banjir di Kabupaten yang berjuluk Ragem Tunas Lampung tersebut.
“Dari BPBD dan kesehatan serta dinas sosial kita sudah perintahkan untuk mendirikan posko bantuan. Supaya bisa secepatnya melakukan penanganan jika masyarakat membutuhkan bantuan,” ujarnya, seraya mengatakan apa yang dikeluhkan pihak BPBD bahwa saat ini stok untuk bantuan korban bencana alam telah menipis. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan anggaran di BPBD untuk pennaggulangan bencana alamnya.
Sebagaimana diungkapkan Hamami F Mega, bahwa BPBD sedikit mengalami kendala pada musibah yang menimpa warga dibeberapa wilayah, Selasa (3/4/2018) lalu.
“Kita bingung karena semua keluhan masyarakat yang kena musibah itu masuk ke kita sementara anggarannya minim. Seperti diketahui musibah banjir ini saja sudah sering terjadi di awal tahun ini. Sedangkan setiap terjadi musibah bantuan itu terus berjalan dan diberikan,” kata Hamami. (Adi)















Add Comment