Bandar Lampung News

Demo Tolak Hasil Pilgub, Bohongi Warga Padangratu

Banyak warga yang tidak tahu dan kaget saat mengetahui ke datanganya di Bandar Lampung untuk mendemo Arinal-Nunik. (ist)

Bandarlampung – Sekelompok masyarakat yang menolak hasil Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung 2018 menggunakan segala cara untuk menggerakkan masa berdemonstrasi.

Unjuk rasa yang berlangsung di Bandarlampung pada, Selasa, 10 Juli 2018, misalnya. Sejumlah masyarakat mengaku dibohongi dan tidak tahu akan berunjuk rasa memprotes atau menolak hasil Pilgub Lampung 2018.

Seorang warga yang ikut demonstrasi menyebutkan, ada sekitar 200 orang yang dibohongi seorang tokoh berinisial RH. Mereka berasal dari tiga desa, Sendangayu, Banjarsari, Surabaya, dan Kecamatan Padangratu, Lampung Tengah. “Kami berangkat ke sini diangkut menggunakan empat truk,” jelasnya.

Beberapa hari sebelum mengikuti demonstrasi ke Bandarlampung, kata dia, tokoh yang dikenal aktivis demonstrasi itu, mengajak warga berdemonstrasi dengan janji untuk memperjuangkan dan memperoleh lahan warga yang dikuasai perusahaan swasta.

“Makanya kami bersemangat dan mengajak warga lain,” kata warga yang juga tokoh masyarakat di desanya. Ia juga mengaku diberi ongkos sekitar Rp300 ribu per orang.

Pria berusia sekitar 45 tahun itu terkejut ketika mengetahui demonstrasi yang dilakukan adalah menolak hasil Pilgub Lampung dan mengecam pasangan Arinal-Nunik.

“Kami baru mengetahui demo untuk melawan Arinal-Nunik saat di perjalanan diajarkan yel yel menolak Arinal-Nunik. Kami bingung, mau turun dari truk, terus pulangnya bagaimana? Mau jalan? Kan tidak mungkin,” katanya lagi.

Yang membuat warga semakin bingung, kata dia, saat berdemonstrasi ternyata menyerang Arinal-Nunik. “Kami ini kan pemilih Arinal-Nunik pada pilgub lalu,” ujarnya.

Karena itu, selama melakukan demonstrasi di Tugu Adipura lalu ke depan Kantor Gakkumdu di Pahoman, Bandarlampung, mereka ogah-ogahan. Bahkan, banyak warga yang hanya duduk-duduk di pinggir jalan, tak menghiraukan lagi jalannya demonstrasi.

Kondisi itu pun membuat aparat kepolisian yang berada di lokasi terlihat lebih santai. Bahkan, sebagian polisi menepi dan berteduh di pinggir jalan. (rls/red)

 

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: