LAMPUNG UTARA – Keluhan para petani singkong terhadap anjloknya harga jual dan potongan kadar yang tidak sesuai menggugah IMM Lampung Utara (Lampura). Komisariat IMM Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMK) berencana menggelar aksi damai menyampaikan keluhan para petani.
Ketua Pimpinan Komisariat IMM Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMK) Firmansyah mengatakan, aksi tersebut untuk membela petani untuk mengukapkan keluhan petani, kepada pemerintah daerah dan DPRD Lampura.
“Harga singkong yang terus anjlok sampai saat ini dikhawatirkan akan terus terjadi sampai merosot ke level terendah pada saat panen Raya yang akan datang,” katanya, Jumat (26/7/2019)
Menurutnya, ini akan berdampak kepada petani yang rugi lebih besar, karena yang kita ketahui tanaman ubi kayu atau singkong ini adalah salah satu komoditas yang diandalkan warga Lampura sebagai mata pencariannya. Dimana saat ini harga singkong Rp1.100/perkilogram yang dipotong sebesar 25%-30% rafraksi ditingkat pengepul atau perusahaan penerimanya.
“Saya berharap kepada pemerintah daerah dan DPRD nantinya untuk mengupayakan rumusan. Sehingga menemui kesepakatan yang akan diajukan ke pihak pabrik tapiopka yang ada di daerah hingga ke pemerintah pusat untuk kepentingan petani agar petani sejahtera,” ungkapnya.
Diketahui, masyarakat Kecamatan Abung Kunang mulai merasakan harga tanaman perkebunan saat ini masih jauh dari biaya produksi dikeluarkan sekali panen. Sehingga pendapatan menjadi menurun, belum lagi ditambah dengan kenaikkan kebutuhan pokok dipasaran. Hingga semakin memperburuk keadaan ekonomi keluarga, khususnya mereka berprofesi sebagai petani singkong.
“Kalau disini pasaran di tingkat pengepul atau kakak mencapai Rp 1.200/kg, belum dipotong dengan potongan yang berlaku disetiap lapak. Dengan biaya dikeluarkan petani saat proses tanam dilaksanakan masih jauh dari harapan,” kata Bani, salah seorang warga setempat.
Menurutnya, harga tersebut jauh dari sebelumnya yang mencapai Rp 2.000/kg, bahkan lebih. Dengan demikian kesejahteraannya meningkat, namun dengan harga yang ada saat ini cukup menyulitkan. Apalagi kebutuhan pokok yang setiap hari diperlukan warga harganya sedang melambung, seperti cabai merah misalnya. (Adi)















Add Comment