Metro News

Kocak, Pria Ini Ngaku Maling Smartphone Tapi Malah Balik Marahi Korban

Screenshot video amatir dari warga yang merekam pelaku saat diinterogasi oleh korban. (Adi)

METRO – Juru Parkir Masjid Taqwa Kota Metro menjadi korban pencurian pria berinisial R, warga Madura, Jawa Timur. Kocaknya, setelah mengakui pencurian tersebut, tersangka buka minta maaf malah memarahi korban.

Akibat prilaku tersebut, tersangka nyaris menjadi bulan-bulanan warga yang turut mengamankan tersangka, Minggu (21/11/2021) pagi. Beruntung amarah warga masih tertahan, kemudian tersangka diserahkan ke Polsek Metro Pusat.

Dari keterangan saksi mata saat melakukan pengejaran, pelaku memang sebelumnya telah dicurigai oleh korban. Sebelum menangkapnya di Jalan Jenderal Sudirman, korban bersama saksi sempat melakukan pengejaran hingga ke tempat tidur pelaku di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).

“Korban memang sebelumnya sudah mencurigai gerak-gerik pelaku ini. Saat didatangi di tempat dia ini tidur di Kantor Dinas PU, nah sekitar jam 05.27 WIB tersangka ini kabur dan kami stop sampai ke dapan BCA. Pas ditanya, pelaku ini mengakui perbuatannya kalau dia yang ngambil,” kata Kiki Risdianto (23) saat diwawancarai di Mapolsek Metro Pusat, Minggu (21/11/2021).

Ia menerangkan, saat tersangka mengakui perbuatannya, pelaku tidak menyampaikan permohonan maaf,  justeru balik membentak korban dan menyebut bahwa dirinya hilaf.

“Pelaku ini sudah mengakui kesalahannya, tapi bukannya minta maaf dia malah balik marah-marah. Dia bilangnya hilaf ngambil itu dan HP nya sudah dijual ke teman perempuannya bernama Rani seharga Rp 200 Ribu Kemudian pelaku kita bawa ke Polsek Metro Pusat sekitar jam 06.00 WIB,” terang dia.

Sementara, korban menceritakan kronologi hilangnya telpon genggam merk Realme C12 miliknya tersebut setelah ia tertidur usai bergantian menjaga parkir di gerbang Taqwa bagian selatan yang berbatasan dengan Taman Merdeka Kota Metro.

“Jadi ceritanya itu saya gantian jaga terus tidur didepan masjid Taqwa itu, pas di payugan itu malam Minggu kemarin. Saya bangun HP dah gak ada, terus saya curiga sama orang itu. Terus saya amatin orang itu terus, kok gerak-gerik nya mencurigakan. HP itu hilang pas malam Minggu, seminggu lalu,” ungkap Doni Karisma (30) pemilik handphone yang dicuri.

Korban mengungkapkan, lantaran telpon pintar itu digunakan untuk anaknya sekolah daring maka ia berusaha mencarinya sendiri dan pria yang diduga sebagai pelaku telah mengakui perbuatannya.

“Karena HP ini untuk anak saya sekolah daring, jadi saya selidiki sendiri selama seminggu dan alhamdulillah ada hasilnya. Nah pas benar saya tanya soal HP yg hilang itu awalnya dia gak ngaku, tapi dia berusaha kabur. Dan setelah lari sampai depan Bank BCA kita tanya-tanya akhirnya dia baru ngaku. Dan HP itu sudah di jual dia ke orang yang panggilannya Rani,” bebernya.

Doni berharap terduga pelaku R dapat diproses dan dihukum sesuai dengan aturan yang ada. Selain itu, Polisi juga diharapkan dapat memeriksa seluruh orang yang diduga terlibat termasuk penadahnya.

“Lalu untuk menghindari dimassa sama warga dia kita serahkan ke Polsek, sekarang sudah di Polsek semua lagi di periksa termasuk yang beli HP. Ya harapannya semoga pelaku ini dihukum sesuai aturan yang berlaku,” harapnya.

Kini terduga pelaku berinisial R itu masih dalam pemeriksaan di Mapolsek Metro Pusat. Selain pelaku terdapat pula dua wanita berinisial MDS (16) alias Rani yang berperan sebagai pembeli HP curian dan rekannya berinisial DKS (18). Akibat perbuatannya, korban mengalami kerugian satu unit Smartphone merk Realme C12 yang ditaksir sebesar Rp. 1,3 Juta. (Adi)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: