METRO – DPD Trader Peduli Indonesia (TPI) Kota Metro kembali memenuhi permintaan masyarakat untuk fogging, Minggu (21/11/2021). Ratusan rumah di dua kelurahan di Kecamatan Metro Pusat dan Metro Barat dibuat berasap.
Gerakan fogging gratis yang digagas TPI merupakan bentuk keikutsertaan TPI mengantisipasi serangan nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, sudah ada warga yang terserang DBD.
Ketua RT 19, RW 05 Kel Mulyojati, Kecamatan Metro Barat, Anwarudin (45) mengungkapkan, sebelum dilakukan fogging warga di lingkungannya ada yang terserang DBD. Selanjutnya, lantaran tidak mendapat tindakan fogging dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Metro, pihaknya meminta TPI.
“Jadi di lingkungan kami sudah ada korbannya satu orang, terus warga itu meminta ke RT untuk di fogging kemudian kami usahakan pertama lewat dinas, tapi ditunggu-tunggu belum ada tindakan. Ini kan warga minta secepatnya, dan warga liat di Facebook ada layanan fogging gratis dari Trader Peduli Indonesia syaratnya buat surat permintaan fogging, maka kami buat di kirim trader,” kata dia saat diwawancarai awak media, Minggu (21/11/2021).
Ia menceritakan, usai mengirimkan surat permohonan ke divisi gerakan fogging gratis TPI di Metro, warga langsung dapat merasakan layanan tersebut. Setelah fogging, warga setempat sepakat untuk melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan.
“Jadi kemarin kami kirim surat, hari ini langsung ditindaklanjuti. Jadi hari ini lingkungan langsung di fogging. Respon cepat seperti ini yang diharapkan warga, karena musim begini kalau terus dibiarkan warga akan takut. Setelah fogging ini, warga akan gotong royong melakukan pembersihan lingkungan agar terbebas dari ancaman nyamuk DBD,” ucapnya.
Selain di lingkungan RT 19, fogging gratis TPI juga menyasar lingkungan RT 21 RW setempat. Di lingkungan tersebut terdapat seorang ayah yang mengaku bahwa dua anaknya menjadi korban serangan nyamuk DBD.
“Awalnya itukan anak saya panas, terus saya bawa ke Puskesmas, dari sana diuji lab terus hasilnya positif DBD. Setelah dinyatakan positif, petugas kesehatan ngecek ke sini tapi setelah ditunggu selama tiga hari tidak ada tindakan yang dilakukan. Kami kesulitan untuk mendapatkan layanan fogging dari pemerintah, malah ada bahasa dari petugasnya kalau fogging itu bukan solusi jadi kami bingung juga penanganan pertama seharusnya itu seperti apa,” ungkap Heri Irawan (32) warga Jalan Teratai, RT 21, RW 05 Kelurahan Mulyojati, Metro Barat.
Heri menceritakan, setelah buah hatinya dinyatakan positif DBD tidak ada tindakan yang dilakukan oleh petugas kesehatan maupun dinas terkait. Terlebih soal fogging yang merupakan upaya pertama memutus mata rantai demam berdarah.
“Setelah tidak ada pelayanan fogging dari pemerintah kepada masyarakat, kami meminta TPI untuk memfogging lingkungan kami. Kami berharap pemerintah merespon persoalan DBD ini, jangan sampai ada korban dulu baru menangani, setelah ada yang terserang DBD seperti ini tolong juga penanganannya harus lebih baik. Pemerintah harus proaktif mengantisipasi meluasnya serangan DBD, merespon cepat laporan masyarakat,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPD TPI Kota Metro, Supriyanto menyampaikan bahwa gerakan fogging gratis tersebut merupakan inisiasi pengurus dan anggota TPI mulai dari DPP hingga DPD. Hal tersebut guna mencegah mewabahnya nyamuk demam berdarah.
“Gerakan fogging gratis ini sudah berlangsung sejak dua minggu lalu. Rata-rata perhari ada 4 sampai lima titik permintaan fogging oleh masyarakat, kalau totalnya sampai dengan hari ini ada 68 lingkungan yang kami fogging. Kalau total rumahnya persisnya kita tidak hitung ya, tapi rata-rata lebih dari 100 rumah dalam satu titik fogging, jadi jika ditotalkan kami perkirakan ada 6.800 lebih rumah yang sudah kami fogging di Metro,” tandasnya.
Dari informasi yang dihimpun, gerakan fogging gratis oleh TPI tersebut akan terus dilakukan selama ada permintaan dari masyarakat. Warga yang ingin merasakan layanan fogging dari TPI dapat langsung mengirimkan surat permohonan ke sekertariat DPD TPI Metro di Jalan Pattimura, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Metro Utara. (Red)















Add Comment