biografi sosok

Menumbuhkan Harapan dari Tanah Banyumas: Perjalanan Ababil Bintang Kalamullah dalam Mengembangkan Pertanian

Ababil Bintang Kalamullah, pemuda asal Banyumas kelahiran Bekasi tahun 2000 ini, memiliki mimpi besar untuk memajukan pertanian di Indonesia. (Ist)

Tabikpun.com – Ababil Bintang Kalamullah, pemuda asal Banyumas kelahiran Bekasi tahun 2000 ini, memiliki mimpi besar untuk memajukan pertanian di Indonesia, Meskipun kini menetap di Sempur, Bogor, akar kecintaannya pada dunia pertanian bermula dari hamparan sawah dan perkebunan di Banyumas.

Wilayah yang dikenal dengan tanah subur dan hasil pertanian melimpah ini seolah memanggilnya untuk kembali, sebagai putra daerah sekaligus sebagai inovator yang ingin membawa perubahan positif di bidang pertanian berkelanjutan. Melanjutkan pendidikan di IPB University, Ababil memilih jurusan Teknologi Produksi dan Pengembangan Masyarakat Pertanian di Sekolah Vokasi.

Bukan tanpa alasan ia mengambil jurusan ini. Keinginannya sederhana, namun dalam: membantu petani di Banyumas meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka. Menyaksikan potensi besar namun belum sepenuhnya tergarap optimal, Ababil merasa terpanggil untuk terjun langsung ke lapangan.

Ia percaya bahwa dengan ilmu yang tepat, potensi pertanian Banyumas dapat dikembangkan lebih maksimal. Selama masa perkuliahannya, Ababil tak hanya berkutat dengan teori di dalam kelas. Ia terjun langsung melakukan penelitian di Balai BPPP Lembang.

Salah satu proyeknya yang paling berkesan adalah penelitian mengenai peningkatan produksi brokoli menggunakan pupuk PGPR. Bagi Ababil, penelitian ini adalah langkah awal untuk memahami lebih dalam bagaimana teknologi bisa diterapkan di lapangan.

Ia melihat peluang besar untuk mengadaptasi teknik serupa di Banyumas, terutama pada komoditas unggulan seperti padi, cabai, dan sayuran lainnya. Semangat Ababil untuk mengembangkan pertanian di Banyumas tak terlepas dari pengamatannya terhadap masalah yang sering dihadapi petani setempat, seperti keterbatasan pengetahuan mengenai teknologi pertanian modern dan akses pasar yang masih terbatas.

Menurutnya, peran penyuluhan sangat penting dalam menjembatani petani tradisional dengan inovasi-inovasi baru. Oleh karena itu, ia memilih jurusan yang mengajarkan aspek teknis budidaya, tetapi juga bagaimana berkomunikasi efektif dengan petani. Menjadi asisten dosen adalah langkah lain yang diambil Ababil untuk memperdalam ilmunya.

Berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang membuatnya semakin yakin bahwa edukasi adalah kunci utama dalam membangun pertanian yang berkelanjutan. Tantangan dalam mengelola kelas dengan berbagai karakter justru membuatnya semakin termotivasi untuk terus belajar.

Baginya, menjadi asisten dosen berguna untuk melatih kemampuan komunikasi dan kepemimpinan yang sangat ia butuhkan ketika nanti terjun langsung ke masyarakat. Pengalaman langsung lainnya yang berkesan bagi Ababil adalah keterlibatannya dalam kegiatan sosial bersama di NASTARI Nusantara di Pamijahan.

Belajar menjadi bagian dari masyarakat desa, berbaur dengan masyarakat dan menganalisis kondisi sosial-ekonomi setempat menjadi momen yang membuka matanya. Ia sadar bahwa permasalahan di sektor pertanian bukan hanya soal teknologi, tetapi juga aspek sosial, seperti pola pikir petani yang masih tradisional dan minimnya dukungan pemerintah.

Dari sini, Ababil semakin yakin bahwa pendekatan yang holistik, menggabungkan teknologi dan pemberdayaan masyarakat, adalah kunci dalam mengembangkan pertanian. Kini, Ababil juga bekerja sebagai CSR di sebuah perusahaan.

Meski masih terbilang baru, ia melihat pekerjaan ini sebagai peluang untuk menghubungkan ilmu yang didapat di kampus dengan dunia profesional. Ia belajar bagaimana merancang program pemberdayaan yang tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga proses edukasi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Harapannya, pengalaman ini bisa menjadi modal berharga ketika ia akan mewujudkan impiannya: menciptakan sistem pertanian yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan. Bagi Ababil, potensi pertanian jika dikelola dengan baik, akan meningkatkan kesejahteraan petani setempat, dan juga berkontribusi pada ketahanan pangan nasional. Dengan semangat dan ilmu yang terus diasah, Ababil melangkah maju, membawa mimpi besar untuk pertanian Indonesia.

Penulis : Sultan Alif Rinaldi  Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

NIM : J0401231005

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: