Metro News

Cari Ongkos Sekolah, RM Rampas Handphone Pengendara Wanita

 

www.tabikpun.com, Metro – Tekab 308 Polres Metro membekuk salah satu tersangka dari jaringan jambret dengan kekerasan di wilayah setempat.Kepala Polres Metro Ajun Komisaris Besar Rali Muskitta mengatakan, salah satu tersangka yang dicokok adalah RM (19), warga Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur.

“Kita tangkap di Lapangan Samber. Itu minggu kemarin. Dan ternyata, dari hasil interogasi, tersangka ini masih duduk sebagai pelajar kelas III salah satu SMK di Metro,” tukasnya saat ekspose di Mapolres Metro, Kamis (5/1).

Rali menjelaskan, tersangka juga merupakan bagian komplotan jambret dengan kekerasan yang kerap beraksi di wilayah Metro dan sekitarnya. Meski mengaku baru satu kali menjalankan aksinya.

“Satu kali kan yang ketangkap. Kalau kita lihat dari caranya beroperasi kan sudah terlatih. Memilih lokasi di Jalan Tawes yang cukup sepi saat malam hari. Kemudian korbannya perempuan,” bebernya.

Sementara RM mengaku, dirinya melakukan jambret karena diajak dengan temannya. Dari hasil kejahatannya di Jalan Tawes tersebut, dirinya berhasil handphone merk blackberry Z3.

“Dijual itu lakunya Rp 600 ribu. Saya kebagian Rp 200 ribu.  Sisanya teman. Duitnya dipakai untuk ongkos dan keperluan sekolah. Ya untuk sekolah saja,” tandasnya tanpa merinci untuk kebutuhan sekolah apa.

Atas perbuatannya, pelaku dibidik dengan pasal 365 KUHP, dengan ancaman hukuman 12 tahun kurungan penjara.

Mengantisipasi berkeliarannya jaringan jambret di Bumi Sai Wawai Polres Metro tengah membentuk tim berantas jaringan jambret. Berbekal identitas, polisi tengah melakukan pengejaran terhadap rekan RM yang merupakan otak penjabretan yang terjadi di Kota Metro.

”Kami sedang membentuk tim berantas jaringan jambret. Identitas sudah diketahui, saat ini masih dalam pengejaran, doakan dalam waktu dekat semua komplotan jambret bisa digulung tuntas. Razia rumah kos juga selalu dilakukan, karena jaringan diperkirakan berasal dari luar Metro, yang modusnya bermain ke kosan teman yang ada di sini,” beber Kapolres Metro AKBP Rali Muskitta, SI.K.

Berdasarkan data kasus penjambretan yang selama ini terjadi pelaku lebih dominan mengincar pengendara motor wanita. Dengan cara menodongkan senjata atau menendang motor korbannya bila korban melakukan perlawanan kemudian baru merampas barang berharga korban.

”Dari kasus penjabretan yang pernah kami tangani, korban itu selalu wanita. Saat motor korban masuk ke daerah yang sepi, pelaku langsung melancarkan aksinya. Karena itu kami mengimbau agar wanita yang sering berkendara sendirian pada malam hari dapat lebih waspada dan menghindari jalan yang sepi,” sambung Waka Polres Metro Kompol Dery Agung Wijaya.(ga)

 

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: