www.tabikpun.com, Mesuji – Prihatin. Kata itu yang dirasakan muda-mudi Kabupaten Mesuji atas kondisi infrastruktur daerahnya saat ini. Namun semangat dan kesamaan persepsi untuk merubah daerahnya menjadi lebih baik membawa mereka untuk mendirikan sebuah wadah menyampaikan aspirasi.
Bermodalkan ingin merubah Mesuji, 83 orang putra putri pribumi setempat bersepakat mendeklarasikan diri sebagai Gabungan Pemuda Mesuji (GPM). Bahkan dengan kekuatan keinginan yang sama, dalam satu bulan kini GPM telah beranggotakan 700 pemuda yang tersebar diseluruh Kabupaten Mesuji.
“Kami mahasiswa Mesuji tergabung dalam wadah GPM mempunyai pemikiran kritis terhadap perkembangn Mesuji. Maka kami mengharapakan perubahan dan kami yakin dengan ada nya perubahan semua sektor menjadikan masyarakat yang agamis, aman, dan sejahtera, ” terang Ketua GPM Anfen Sandika, Rabu (19/1).
Sekretaris GPM Try Maskurin menambahkan, GMP akan terus mensosialisasikan kepada semua kalangan bahwa Mesuji kedepannya harus berubah, lebih maju, dan rakyatnya harus sejahtera. Termasuk birokrasi yang akan datang harus lebih baik dari kabupaten lain.
“Sejak dimekarkan, Kabupaten Mesuji belum punya gedung perkantoran. Jalan semua kondisinya memprihatinkan. Kami ini malu mas, belum lagi sering terjadi konflik. Kami sebenarnya bangga jadi putra daerah Mesuji, tapi sampai detik ini kami sadar bahwa belum ada yang dapat kami banggakan tentang daerah kami, ” ungkap mahasiswa fakultas hukum IAIN Radin Intan Bandarlampung itu.
Pernyataan sikap itu pun mendapat dukungan tokoh adat setempat. Salah satunya Mat Jaya yang merupakan salah satu tokoh Kabupaten Mesuji. Ia menilai apa yang menjadi keinginan GPM adalah sebuah keinginan luhur yang harus didukung.
“Mereka ini adalah putra putri daerah yang nantinya menjadi generasi penerus kita. Dan apa yang menjadi cita-cita mereka itu patut didukung. Karena demi kemajuan Mesuji kedepannya,” tutupnya.(Billy)















Add Comment