www.tabikpun.com, Metro – Beredar kabar tak sedap jika beberapa kursi kosong pada 12 jabatan yang belum terisi sudah bertuan. Seperti jabatan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang santer terdengar telah diamanahkan kepada dua pejabat yang berasal dari luar Bumi Sai Wawai.
Padahal, mengisi kekosongan tersebut Pemkot Metro akan menerapkan sistem seleksi terbuka bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) se-Provinsi Lampung. Menyikapi hal tersebut, Walikota Metro menegaskan bahwa kabar tersebut hanya hoax belaka.
”Panitia Seleksi (Pansel) saja belum kita bentuk. Belum ada yang bisa mendaftarkan diri. Mana mungkin sudah ada nama yang akan menempati jabatan itu. Isu kok dipercaya,” bantahnya saat dikonfirmasi di Pemkot Metro, Kamis (19/1).
Saat ini, lanjut dia, pihaknya baru mengirimkan pemberitahuan kepada KASN akan membentuk pansel jabatan kepala dinas dan sekda definitif.”Sekitar delapan hari lalu kita kirim, menurut undang-undang kalau lewat 10 hari tidak ada balasan pemerintah daerah diperbolehkan untuk melaksanakan usulan itu,” bebernya.
Nantinya pansel kepala dinas terdiri dari tiga unsur berbeda. Yaitu dua panitia yang dikirimkan Pemprov Lampung, dua orang dari unsur akademisi, dan satu orang dari Pemkot Metro.
”Kalau untuk pansel sekda definitif terdiri dari dari tiga orang yang ditunjuk Pemprov dan dua orang dari perguruan tinggi. Kalau pansel sudah terbentuk dan sudah diumumkan apa saja ketentuan untuk mendaftarkan diri baru kita tahu siapa saja yang mendaftar. Wartawan juga boleh kok jadi kepala dinas. Asal memenuhi ketentuannya,” guraunya.
Disinggung penggantian jabatan Plt Sekda yang terbilang singkat, ia menjelaskan bahwa itu adalah hal biasa dalam pemerintahan.”Tidak ada apa-apa, karena rolling saja, pergantian saja,” singkatnya.(ga)















Add Comment